Fotokita.net - Ahmad Shobirin yang menjabat sebagai Menteri Pendidikan Khilafatul Muslimin ditangkap polisi. Rupanya pria berusia 74 tahun ini aktif keliling Indonesia. Dia menyisipkan ajaran menyimpang dalam tausiahnya. Kini foto sosoknya terekspos.
Tim Polda Metro Jaya menangkap Ahmad Shobirin alias AS di Mojokerto, Jawa Timur padaSenin, (13/6/2022), pukul 00.30 WIB. Di daerah Mojokerto, Khilafatul Muslimin sudah mendirikan Pondok Pesantren Ukhuwwah Islamiyyah, yang menjadi bagian dari tanggung jawab menteri pendidikan ormas itu.
Apabila kita telusuri melalui akun media sosial Khilafatul Muslimin di sejumlah daerah, menteri pendidikan ormas itu kerap keliling Indonesia. Sebab, dia diminta melakukan tausiyah, yang disisipkan konten menyimpang tentang doktrin khilafah.
Ahmad Shobirin pernah mengunjungi Khilafatul Muslimin di wilayah Medan, Sumatra Utara pada tahun 2017. Dia melakukan baiat anggota Khilafatul Muslimin.
Pada tahun 2020, Ahmad Shobirin juga aktif mengunjungi Pondok Pesantren Ukhuwwah Islamiyah Bekasi. Di situ, pria paruh baya itu memberikan tausiyah setelah salat Subuh kepada warga ponpes.
Dalam keterangan resminya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan menjelaskan tugas dari satu tokoh Khilafatul Muslimin yang ditangkap di Mojokerto itu.
"Ya benar, yang bersangkutan, AS ditangkap oleh Tim Ditreskrimum Polda Metro Jaya di Mojokerto, dini hari tadi," ujar Zulpan.
Di kelompok Khilafatul Muslimin, terang Zulpan, Ahmad Shobirin alias AS berperan sebagai seorang menteri pendidikan yang memberikan doktrin-doktrin terkait khilafah. "Berperan bagian kewenangan doktrin-doktrin kaitannya dengan khilafah, dia sebagai menteri pendidikan," ujar Zulpan saat dihubungi wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin.
Dengan penambahan satu orang itu, jumlah tokoh Khilafatul Muslimi kini sudah enam orang. Selain itu AS, lima orang lainnya adalah AbdulQadirHasanBarajaalias AQHB, AA, IN, FA dan SU. Mereka disebut sebagai tokoh sentral ormas.
Zulpan menjelaskan, Abdul Qadir Baraja bertindak selaku pimpinan tertinggi, yang dibantu oleh keempat orang tersangka laindalam operasionalisasi ormas itu. “Total sudah lima orang tersangka yang ditangkap dan ditahan penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya," sebut Zulpan kemarin.