
Video ceramah Habib Bahar Bin Smith yang menyindir Jenderal Dudung Abdurachman langsung mendapat respons dari publik.
Sontak unggahan video viral anggota TNI itu menuai sorotan dari netizen. Salah satunya, ada netizen yang langsung teringat dengan momen Kopassus menyerang Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta.
“Sebaiknya yg menghina KSAD dan memprovokasi umat segera sadar dan minta maaf kepada TNI. Ingat TNI itu sangat kompak. Bbrp tahun yg lalu bbrp kopasus menyerbu lapas di Jateng dan dlm waktu singkat bisa masuk pdhal lapas terkunci rapat, kemudian target pun TEWAS.. Bahaya!!!,” ujar akun @kh_***
“Kami yang bukan anggota TNI saja nggak nyaman dan nggak rela banget denger ocehan BS ke pak Dudung...wajar bila anggota TNI marah seperti ini. @tni_ad @Cakra_Kostrad,” ucap akun @samber***
Asal tahu saja, peristiwa penyerangan sejumlah anggota Kopassus ke Lapas Cebongan terjadi padaSabtu (23/3/2013). Ketika anggota Kopassus mengeksekusi empat orang pelaku penyerangan Serka Heru Santoso.
Serka Heru Santoso adalah anggota Kopassus yang meninggal duniapada 19 Maret 2013 pukul 03.30 WIB. Prajurit Kopassus ini meninggal karena dianiaya oleh sekelompok preman di Hugo's Kafe, Yogyakarta.
Menanggapi itu, pegiat media sosial, Eko Kuntadhi menyarankan pihak kepolisian agar menangkap Bahar bin Smith. Sebab ditakutkan dia akan menjadi tempat amukan anggota TNI.
“Kemarahan prajurit-prajurit TNI AD pada Bahar Smith makin terasa. Penghinaan Bahar pada Jenderal Dudung, bukan saja mencoreng nama baik seorang KASAD. Juga melukai harga diri TNI-AD,” ujar Eko Kuntadhi di Twitter-nya, dikutip Senin (20/12/2021).
“Sepertinya polisi harus bergerak lebih cepat. Kalau gak, Bahar bisa mencret,” kata Eko Kuntadhi lagi. Dia bilang bahwa jika Bahar ditangkap, itu artinya Bahar diselamatkan dari kemarahan anggota TNI.
“Jika polisi menangkap Bahar secepatnya, itu berarti menyelamatkan dia dari kemarahan ribuan Prajurit TNI-AD yang jiwa korsanya tersulut karena penghinaan Bahar pada pimpinannya. Kita lihat seberapa arogannya Megaloman ini” ujarnya.