Menurut Rudi, sejak Senin (23/8) bulan lalu, kliennya telah dihubungi pelaku A dan hendak melakukan pemerasan.
"Pelaku ini kan mengatakan ada loh video saat klien kami mentransfer. Itu klien kami belum tahu apa yang dimaksud pelaku. Hanya 'apa ya, apa ya'," ujar Rudi.
"Tapi setiap saat di-miscall di WhatsApp. Pada saat sudah puncaknya tidak diikuti, pada saat itu langsung di-blast di media. Baru itu kita tahu," terang Rudi.
Rudi menambahkan, kliennya tidak bisa dijerat pidana dari beredarnya percakapan tersebut. Dia berkeras justru pelaku penyebarlah yang harus ditindak polisi.
"Iya dia yang mencuri melakukan akses ilegal gitu loh. Karena ini pembicaraan pribadi, kalau pribadi no problem. Tapi saat orang akses hal itu dan dipublikasikan nah orang ini yang harus dicari. Kalau Pak Hotman nggak bisa unsur pidananya di mana," jelas Rudi.
Baca Juga: Foto Mesra Nicholas Sean dengan Sang Kekasih yang Diduga Dianiaya Beredar, Ahok Angkat Bicara
(*)