Berkat kerja kerasnya itu, Carina Joe menjadi salah satu pemegang hak paten dari vaksin AstraZeneca. Carina Joememegang hak paten vaksin AstraZeneca tentang manufacturing scale up atau produksi dalam skala besar.

Carina Joe, salah satu peneliti Indonesia yang berhasil menemukan cara produksi massal dari vaksin AstraZeneca.
Dalam wawancara itu, Carina Joe juga menjelaskan latar belakang hak paten vaksin AstraZeneca yang dia pegang. "Paten itu enggak cuma satu doang," ujarnya seraya menerangkan total ada lebih dari enam pemegang hak paten vaksin virus corona Oxford-AstraZeneca karena bidangnya berbeda-beda.
Sarah Gilbert yang mendapat standing ovation di turnamen tenis ternama Wimbledon 2021, juga memegang hak paten tapi tidak semuanya. Gilbert dikutip dari Reuters pada 11 Maret 2021 pernah mengemukakan, sebaiknya ide mengambil hak paten penuh dibuang jauh-jauh agar bisa dibagi-bagi.
"Saya ingin buang jauh-jauh gagasan itu (mengambil hak paten penuh), agar kita bisa berbagi kekayaan intelektual dan siapa pun bisa membuat vaksin mereka sendiri," ujar wanita berusia 59 tahun itu ke parlemen Inggris. Kala itu sedang ada pembahasan tentang siapa pemegang hak paten vaksin Covid-19 nantinya.
Carina Joe pernah bekerja dengan beragam laboratorium cGMP di berbagai negara untuk memperjuangkan transfer teknologi proses produksi vaksin.
Dalam live Instagram Desra Percaya, Carina Joe menceritakan pengalamannya saat terlibat produksi Vaksin AstraZeneca.

Carina Joe saat mengobrol dengan Ganjar Pranowo. Carina Joe salah satu peneliti Indonesia yang berhasil menemukan cara produksi massal dari vaksin AstraZeneca.
Carina Joe mengaku seperti mendapat proyek besar saat menerima tawaran, karena hasil kerjanya nanti akan memengaruhi langsung kehidupan masyarakat secara global.
"Terus perasaannya ada senangnya ada susahnya juga," ujar Carina dikutip dari Live Instagram Desra Percaya bersama Indra Rudiansyah dan Ganjar Pranowo, Minggu (25/7/2021).