Fotokita.net - Badut telah ada jauh sebelum hadirnya layar perak, atau bahkan sirkus. Para penghibur bangsawan disebut-sebut sebagai asal-muasal badut di masa Mesir, Yunani, Roma dan Cina kuno, meski kata 'badut' baru mulai digunakan pada abad ke-16.
Pada masa itu di Italia, Commedia dell'arte (suatu bentuk teater profesional awal yang menjadi pondasi munculnya pantomim Inggris) memberikan pola dasar Harlequin pada dunia.
Harlequin - atau Arlecchino - adalah karakter seorang pelayan yang cerdas nan lihai, yang mengenakan pakaian dari kain perca warna-warni berbentuk wajik (ya - pola baju badut diberi nama atas dirinya).
Aktor yang memerankan tokoh Harlequin seringkali seorang akrobat atau pesulap, melakukan berbagai aksi dan humor slapstick (aksi komedik dengan cara melakukan hal ceroboh dan memalukan).

Badut Captain Spaulding dari film 'House of 1000 Corpses' dan 'The Devil's Rejects'
Pada tahun 1800-an, penampil Inggris bernama Joseph Grimaldi membuat peran badut lebih utama dalam pertunjukan teater. Grimaldi adalah sosok juga ada di balik tradisi pantomim yang melibatkan penonton dan merupakan seorang ahli komedi fisik.
Badut-badut yang dikenal dengan nama 'Joey' - dengan wajah yang dilukis warna-warni seperti yang kita kenal saat ini - diberi nama sesuai karakter badut Grimaldi.
Kemiripannya sungguh aneh
Lantas apa dari sosok badut yang membuat sejumlah orang ketakutan? Ahli fobia, Adam Cox, menceritakan sejumlah teori tentang alasan kita menganggap badut menakutkan.