Fotokita.net - Pada tahun-tahun awal karirnya di lapangan, pada 1999 dirinya berada di tengah-tengah kekacauan Timor Timur.
Dialah Marie Colvin. Perempuan tangguh ini adalah seorang jurnalis Amerika Serikat yang berani dan sukarela bertugas di lapangan, di tempat yang tengah berkecamuk bagai lubang neraka di Bumi.
Colvin bekerja sebagaikoresponden luar negeridi surat kabar Britania, The Sunday Times, sejak tahun 1985 hingga meninggal dunia.
Waktu itu Timor Timur berjuang untuk kemerdekaan dari Indonesia, Colvin berada dalam PBB bersama 1.500 pengungsi.
Mereka dikepung oleh milisi Indonesia yang mengancam meledakkan gedung menjadi berkeping-keping.
Colvin terjebak selama 4 hari, namun publisitas yang dihasilkan ceritanya memberi tekanan besar pada dunia untuk bertindak.
Colvin selalu merasa memiliki tanggung jawab moral terhadap orang yang tak punya suara.
Perang Sipil Sri Lanka

Kisah Marie Colvin