Fotokita.net - Kekasih Brigadir J atau Brigadir Yosua, Vera Simanjuntak sudah menjalani dua kali pemeriksaan di Mapolda Jambi. Pada pemeriksaan kedua, HP milik kekasih Brigadir J disita penyidik.
Ternyata calon istri ajudan Irjen Ferdy Sambo menyimpan bukti sosok squad lama, yang sempat sempat disebut-sebut Brigadir J. Foto kondisi almarhum saat video call dengan sang kekasih jadi sorotan.
HP milik kekasih Brigadir Yosua disita penyidikuntuk dijadikan barang bukti terkait laporan dugaan pembunuhan berencana terhadap ajudan Irjen Ferdy Sambo. Pantas HP kekasih Brigadir J disita, ternyata calon istri ajudan Irjen Ferdy Sambo menyimpan bukti sosok squad lama, yang disebut-sebut almarhum. Foto kondisi almarhum jadi sorotan.
Setelah menjalani pemeriksaan kedua diMapolda Jambi pada Minggu (24/7/2022), Vera memberikan keterangan kepada wartawan. Dia ditemani kuasa hukumnya,Ramos Hutabarat.
Ketika itu,Ramos Hutabarat mengatakan, HP kliennya disita penyidik untuk dijadikan barang bukti terkait laporan dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. "HP Vera disita penyidik dan akan dijadikan barang bukti di persidangan nanti," kata Ramos.
Ramos mengatakan, di antara pertanyaan yang diajukan penyidik yakni terkait komunikasi antara Vera dengan mendiang Brigadir J. "Penyidik menanyakan terkait percakapan terakhir mereka," ujar Ramos.
Kekasih Brigadir J sempat bercerita jika almarhum mendapat ancaman pembunuhan sebelum tewas di rumah Kadiv Propam nonaktif Irjen Ferdy Sambo. Cerita kekasih Brigadir J itu diungkap pengacara Vera, Ramos Hutabarat.
Ramos menuturkan dirinya mendapat cerita langsung dari kliennya. Berdasarkan pengakuan kliennya, ancaman itu diterima Brigadir J sepekan sebelum tewas.
"Kalau untuk ceritanya itu (ancaman pembunuhan), jadi memang ada diceritakan, tetapi sejak kapannya itu ada sekitar satu minggu-an lah ada pembicaraan-pembicaraan yang memang mengarah ke sana," terang Ramos.
Ramos mengatakan percakapan terakhir antara Vera dan Brigadir J terjadi pada Jumat (8/7/2022) sekitar pukul 16.43 WIB, sebelum akhirnya dilaporkan tewas oleh polisi akibat baku tembak sesama dengan Bharada E di kediaman Ferdy Sambo. "Terakhir percakapan itu pada pukul 16.43, hari Jumat tanggal 8 Juli," ujar Ramos.
Sementara itu, kakak Brigadir J, Yuni Hutabarat mengatakan, adiknya tak pernah cerita hal buruk kepada keluarga. Namun, Brigadir J pernah bercerita ke pacarnya soal mendapat ancaman pembunuhan. Brigadir J pernah cerita kepada pacarnya yang ada di Bangko Merangin, Jambi.