
Bersama Anthony Ginting, Qomarul Lailiah, guru berhijab yang berani menghadapi protes ganda putra Denmark di Olimpiade Tokyo 2020.
Kariernya dalam dunia perwasitan dimulai sejak 2000. Saat itu, Lia masih menjadi guru tenaga kontrak di salah satu SD di Surabaya.
Kemudian, seiring berjalannya waktu, dengan berbagai proses yang sudah dilalui, ternyata Lia berhasil memimpin jalannya berbagai pertandingan badminton di kancah internasional. Hal itu tentu amat membanggakan bagi semua warga Kota Surabaya.
"Tentunya ini menjadi kebanggaan buat kami semua. Bahwa tidak ada yang tidak mungkin apabila kita bersungguh-sungguh dan mengembangkan apa pun yang kita miliki," tutur dia.
Aries berharap Lia dapat membagikan pengalamannya di sekolah kepada guru dan siswa. Hal ini menjadi penting dilakukan agar semangat tersebut dapat menular kepada para pelajar di Kota Pahlawan.
"Yang paling penting apa pun kita kembangkan dan bersungguh-sungguh karena ini bisa menjadi percontohan bagi para pelajar, khususnya di SDN Sawunggaling 1," ujar dia.

Qomarul Lailiah, guru berhijab yang berani menghadapi protes ganda putra Denmark di Olimpiade Tokyo 2020.
(*)