Kolonel Ren mengatakan atas permintaan pemerintah Indonesia, Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) telah mengirim kapal-kapal Angkatan Laut ke perairan yang relevan di Lombok Straight untuk membantu mengambil kapal selam buatan Jerman itu.

Kapal selam KRI Nanggala-402 buatan tahun 1977 saat latihan Pratugas Satgas Operasi Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Maphilindo 2017 di Laut Jawa, Jumat (20/1/2017).
Selama akhir pekan, seorang ahli kapal selam China yang tidak disebutkan namanya, dikutip di media milik pemerintah Beijing, mengatakan misi penyelamatan akan bermanfaat bagi PLA.
"(Ini dapat membantu China) mempelajari geografi militer maritim di daerah tempat kapal selam itu karam, serta memperluas kerjasama internasional dan pengaruh Angkatan Laut kami dalam penyelamatan dan pengamanan kapal selam," kata pakar tersebut.
Pada saat yang bersamaan, Australia menyatakan tidak lagi menjadi bagian dari tim internasional yang menolong Indonesia mengevakuasi kapal selam tersebut.
Negara sekutu Amerika itu telah menyatakan keluar dari tim evakuasi KRI Nanggala-402.
Departemen Pertahanan Australia mengonfirmasi bahwa pihaknya tidak lagi menjadi bagian dari upaya internasional untuk mengangkat kapal selam Indonesia yang terkena musibah.

HMAS Ballarat milik Angkatan Laut Australia yang sudah menyatakan keluar dari tim evakuasi KRI Nanggala-402. Over seven days, the Australian warsh
"HMAS Ballarat dibebaskan dari area pencarian pada 26 April menyusul konfirmasi bahwa Indonesia telah menemukan KRI Nanggala," kata seorang juru bicara departemen itu kepada ABC, Selasa (4/5/2021).