Cuti tahunan yang belum diambil juga bisa diuangkan. Kredit GrabFlex yang belum digunakan juga bisa diuangkan melalui Flexible Spending Account.

Kantor Grab Indonesia
Pekerja terdampak juga akan dibantu tim Talent Acquisition dan pembuatan Talent Directory yang memungkinkan calon perekrut dan perusahaan menghubungi mereka nantinya.
"Kami juga akan memberikan akses untuk sesi dengan life coach serta perangkat online untuk pengembangan karir selama setengah tahun," imbuh Anthony.
Mereka juga bisa mengakses Grabber Assitance Program yang disebut untuk mendapatkan dukungan emosional bagi pekerja yang terkena PHK, selama tiga bulan sejak mereka diberhentikan.
Anthony juga mengatakan para pekerja terdampak bisa memiliki laptop dari perusahaan. Dalam keterangan resmi, Anthony menjelaskan bahwa sektor bisnis global Grab sudah merasakan dampak krisis Covid-19 sejak bulan Februari.
Dalam beberapa bulan terakhir, Grab telah melakukan beberapa langkah efisiensi. Mulai dari meninjau semua komponen biaya, mengurangi pengeluaran, menerapkan pemotongan gaji untuk manajemen senior.
Grab juga akan menghentikan beberapa proyek non-esensial, mengkonsolidasikan fungsi-fungsi di perusahaan untuk efisiensi yang lebih besar, serta merampingkan tim sesuai kebutuhan bisnis.
Lebih lanjut, Anthony berjanji tidak akan melakukan PHK lagi pada tahun ini. "Saya memastikan bahwa tidak akan ada lagi PHK di organisasi secara menyeluruh pada tahun ini dan saya yakin, dengan menjalankan rencana terbaru untuk memenuhi target yang telah ditetapkan, kita tidak akan melalui proses yang menyakitkan ini lagi di beberapa waktu mendatang," jelas Anthony.