
Ini fakta tersembunyi batik parang yang dilarang dipakai tamu pernikahan Kaesang dan Erina. Foto motifnya diulas.
2. Batik parang dianggap sakral
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwabatik parangsudah ada sejak berdirinya Kerajaan Mataram.
Hal ini juga disampaikan pengamat seni tradisional sekaligus pensiunan dosen Universitas Negeri Semarang (Unnes) Aryo Sunaryo.
"Karena itu, kalangan keraton menganggapnya sakral," kata Aryo kepada wartawan Kompascom yang menghubunginya, Selasa (6/12/2022).
Motif parang bahkan dikeramatkan, sehingga hanya bisa dikenakan oleh keluarga kerajaan, seperti Sri Sultan Hamengku Buwono VI dan Susuhunan Paku Buwono XII.

Ini fakta tersembunyi batik parang yang dilarang dipakai tamu pernikahan Kaesang dan Erina. Foto motifnya diulas.
3. Batik parang cuma boleh dikenakan keluarga keraton
Batik motif parang memang tidak digunakan warga biasa.
Motif itu hanya boleh dikenakan oleh raja, permaisuri, keturunannya hingga para bangsawan dan bupati.
Aturan ini berlaku baik di Keraton Yogyakarta maupun Keraton Solo.