Fotokita.net - Kini dua politisi senior Malaysia, Mahathir Mohamad dan Anwar Ibrahim kembali bersatu melalui pernyataan gabungan yang dirilis.
Pernyataan itu muncul setelah ketua parlemen setempat menerima permintaan mosi tak percaya yang dialamatkan kepada Perdana Menteri Muhyiddin Yassin.
Dua tokoh kawakan itu merilis pernyataan untuk merayakan dua tahun kemenangan koalisi Pakatan Harapan dalam pemilu Malaysia Mei 2018 lalu.
Namun dalam rilis keterangan ini, keduanya berstatus pemimpin oposisi karena Muhyiddin yang berhasil naik bersama koalisi Perikatan Nasional.
Mahathir dan Anwar Ibrahim berpandangan, kepemimpinan Muhyiddin Yassin sebagai PM Malaysia tidak mendapatkan mandat dari rakyat.
Keadaan politik di negara tetangga Indonesia, Malaysia memang sedang mengalami pergolakan politik yang juga dipicu oleh kepentingan.
Keos atau kekacauan terjadi pada hari pertama pertemuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Malaysia, Senin (13/7/2020).
Keos terjadi ketika anggota parlemen dari Perikatan Nasional dan Pakatan Harapan saling berteriak setelah pernyataan rasis dan seksis diucapkan di DPR.
MelansirThe Star,kekacauan bermula setelah Kasthuri Patto (PH-Batu Kawan) menuduh bahwa Datuk Seri Abdul Azeez Abdul Rahim (BN-Baling) telah membuat komentar tentang warna kulitnya.