Di antara mereka terdapat sejumlah keluarga yang bepergian menjelang Idul Fitri. Sebelum jatuh pada pukul 14.30 waktu setempat, pesawat tersebut sedang berupaya mendarat di Bandara Internasional Jinnah, Kota Karachi.
Zubair, yang hanya menderita beberapa luka kecil, mengatakan, pesawat berupaya mendarat dan jatuh 10-15 menit kemudian.
"Tidak ada yang tahu pesawat akan jatuh; mereka menerbangkan pesawat dengan mulus," ujarnya. Dia kehilangan kesadaran saat pesawat jatuh.
"Saya bisa mendengar jeritan dari semua arah. Anak-anak dan orang dewasa. Saya hanya bisa melihat api. Saya tidak bisa melihat orang, hanya mendengar jeritan mereka".
"Saya membuka sabuk pengaman dan melihat secercah cahaya, saya berjalan menuju cahaya. Saya harus meloncat turun sekitar tiga meter agar bisa selamat," tambahnya.
Pesawat itu sedikit lagi mencapai kawasan landasan saat jatuh di daerah permukiman Model Colony.
Tayangan stasiun televisi menunjukkan kru SAR menyisir puing-puing di sekitar daerah padat penghuni tersebut. Sejumlah mobil hangus dilalap api.
Seorang saksi mata Mohammed Uzair Khan mengatakan kepada BBC, ia mendengar ledakan kuat dan segera keluar rumah.
"Empat rumah benar-benar hancur dan terjadi kebakaran. Mereka juga tetangga saya. Saya tak bisa ceritakan bagaimana menyedihkan bencana ini," katanya.
Pemimpin eksekutif PIA Arshad Malik mengatakan pilot memberitahu menara mereka mengalami "kesulitan teknis."