Fotokita.net - Belakangan ini, warganet kembali disibukkan dengan cerita online yang mampu menguras emosi siapa saja yang membacanya hingga tuntas.
Banyak warganet yang bersimpati atas kisah Layangan Putus pun memberi komentar dan tak sedikit yang membagi ulang cerita itu.
Maklum, Layangan Putus menceritakan seorang istri dengan empat orang anak yang ditelantarkan suami demi perempuan lain.
Tapi, tak sedikit pula yang mengungkapkan kekesalan dan kemarahannya pada sang suami ataupun perempuan yang dicurigai sebagai orang ketiga, entah kecurigaan tersebut benar atau tidak.
Dari hal ini, kemudian muncul pertanyaan. Kenapa banyak warganet bersimpati dan ikut tersulut emosi karena cerita Layangan Putus?

Lola Diara dikaitkan dengan viralnya kisah #layanganputus
Menjawab pertanyaan ini, Pingkan Rumondor, psikolog klinis dewasa yang memiliki spesialisasi di bidang hubungan, keluarga, dan pernikahan menjelaskannya dari sisi ilmiah.
Menurut Pingkan, Layangan Putus bukanlah cerita bahagia menurut norma sosial Indonesia.
"Memang secara normatif itu cerita yang menggugah emosi marah dan kesal, terutama bagi yang baca," ujar Pingkan dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (6/11/2019).
Kemudian, alasan kenapa cerita ini bisa sangat menggugah emosi, menurut Pingkan ini disebabkan oleh pengalaman individual yang mungkin pernah dirasakan pembaca.