Fotokita.net - Foto kerumunan yang ada di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusatpada Sabtu (1/5/2021) sedang ramai diperbincangkan warganet.
Di dalam foto itu tampak warga berbondong-bondong belanja jelang Hari Raya Idul Fitri.
Bahkan, di sejumlah spot tampak dengan jelaswarga berkerumun.
Lebih parahnya lagi, pedagang dan pembeli banyak yang abai protokol kesehatan dengan tidak menggunakan masker.
Baca Juga: Foto Gadis Bandung yang Pamer Dicium Ular King Cobra 4 Meter, Netizen Sampai Merinding Hingga Viral
Kondisi seperti ini sangat berpotensi menyebabkan lonjakan kasus Covid-19.
Tentu foto kerumunan Pasar Tanah Abang yang viral itu membuat banyak pihak cemas, termasuk penyanyi dangdut kondang Inul Daratista.
Mereka begitu khawatir, kerumunan ini akan membuat lonjakan kasus positif Covid-19 di Tanah Air.
Menurut catatan Jumat (30/4/2021), jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia bertambah 5.500 kasus.
Dari penambahan ini, total kasus terkonfirmasi positif Corona di Indonesia per 30 April 2021 pukul 12:00 WIB sebanyak 1.668.368 kasus.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta kesadaran masyarakat untuk dapat menjauhi kerumunan.
Wiku mengingatkan kembali masa awal pandemi Covid-19, di mana pasar menjadi salah satu lokasi potensial yang dapat menimbulkan cluster Covid-19.
Untuk itu, Wiku meminta satgas daerah hingga aparat betul-betul mengawasi penerapan protokol kesehatan di Pasar Tanah Abang maupun tempat lainnya.
"Baik pihak satgas daerah, aparat penegak hukum, serta pengelola pasar perlu menjaga agar protokol kesehatan di pasar berjalan dengan kondusif. Tingkatkan pengawasan terutama menjelang Idulfitri," ujar Wiku.
Ia mengimbau pengelola untuk menjaga kapasitas pengunjung agar tidak menimbulkan cluster Covid-19 baru. Pengelola juga diminta untuk menciptakan budaya antre dan menerapkan protokol kesehatan di Pasar Tanah Abang.
"Jaga kapasitas pengunjung dan sediakan tempat-tempat cuci tangan. Budayakan antre agar bisa tetap jaga jarak. Disinfektan area di pasar secara rutin. Mari kita saling melindungi kesehatan masyarakat," kata Wiku.
Foto kerumunan yang ada di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Sabtu (1/5/2021). Warga berbondong-bondong belanja jelang Hari Raya Idul Fitri.
Menanggapi kasus ini, dan fakta bahwa kerumunan ini tak bisa ditangani oleh pihak berwajib, Epidemiolog FKM UI Pandu Riono juga bercuit di akun Twitternya @drpriono.
Ia mengatakan dampaknya bisa terlihat pascalebaran. “Sudah diprediksi pak Polisi. Wajibkan pakai masker, kalau tidak dampaknya, kita lihat pasca lebaran ya. Selamat berbelanja rakyat Jakarta. @ArizaPatria @aniesbaswedan,” tulisnya, Minggu (2/5/2021).
Pada Sabtu, kondisi Pasar Tanah Abang memang ramai pengunjung yang berbelanja keperluan lebaran.
Bahkan, pengunjung rela berdesak-desakan tanpa memedulikan aturan jaga jarak di masa pandemi Covid-19 yang belum usai.
Meski memakai masker, namun pengunjung satu sama lain tidak menjaga jarak.
Pergerakan para pengunjung yang berbelanja di gerai-gerai tidak ubahnya seperti kemacetan lalu lintas.
Kerumunan pengunjung ini terjadi di Blok A dan Blok B Pusat Grosir Tanah Abang.
Foto kerumunan di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Sabtu (1/5/2021). Warga berbondong-bondong belanja jelang Hari Raya Idul Fitri.
Seorang pedagang pakaian anak-anak di Blok A bernama Koyah (42) mengatakan keramaian pengunjung tidak seperti biasanya.
"Ya mungkin karena hari libur juga. Terus abis bulan," ujar Koyah.
Salah satu pengunjung bernama Yanti (35), warga asal Cengkareng, Jakarta Barat, mengaku takut terkena Covid-19 lantaran pasar begitu padat.
Meski begitu, Yanti tetap memaksakan berbelanja di sana.
"Ya takut. Tadinya kan ragu-ragu mau ke sini. Ya gimana, ramai banget, ya sudah ke sini, mau gimana lagi," kata Yanti.
Para anggota TNI diturunkan di Blok A Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat untuk menertibkan kerumunan pengunjung Pasar Tanah Abang.
Pasar Tanah Abang jadi sorotan pada Sabtu (1/5) karena kerumunan masif yang sangat padat.
Bahkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak menduga soal kerumunan ini.
Kerumunan ini sangat rentan terhadap penularan Covid-19. Bahkan petugas di lapangan, berkali-kali 'teriak' untuk mengingatkan pengunjung disiplin pakai masker, agar kejadian penularan masif seperti yang di India, tak terjadi.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran dan Pangdam Jaya Dudung Abdurrachman dan Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Hengki Haryadi meninjau penerapan prokes di pusat grosir Pasar Tanah Abang, Minggu (2/5/2021).
"Ibu-ibu, tolong pulang habis belanja. Ayo gantian banyak yang mau bergantian masuk ke sini. Ayo jangan berkerumun!", ujar salah satu petugas melalui pengeras suara di depan pintu masuk timur Blok A, Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (2/5/2021) dikutip dari detikcom.
Selain itu, para petugas mengimbau pengunjung agar tidak lupa memakai masker pada saat berbelanja.
Petugas juga tidak segan menegur sejumlah pengunjung yang tidak mengenakan masker.
"Kami imbau kepada para pengunjung juga para pedagang agar tetap patuhi protokol kesehatan. Jangan lupa pake masker, agar kita tidak seperti di India. Pakailah masker kesehatan, jangan ngeyel. Ini untuk kita semua agar sehat, karena sehat itu mahal harganya," kata petugas.
"Kami bukan bermaksud mengusir Ibu-Ibu, ini kita imbau agar semua bisa bergantian masuk dan berbelanja di Pasar Tanah Abang," lanjutnya
Para petugas mondar-mandir mengingatkan para pengunjung Pasar Tanah Abang agar tetap mematuhi protokol kesehatan.
Foto kerumunan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Sabtu (1/5/2021). Warga berbondong-bondong belanja jelang Hari Raya Idul Fitri.
Petugas tersebut terlihat membawa pengeras suara agar para pengunjung bisa mendengar jelas imbauan yang disampaikan.
"Jangan lupa jaga jarak, tetap patuhi protokol kesehatan. Jangan berkerumun! Mohon pakai masker dengan benar!," ujar salah satu petugas melalui toa yang di bawanya.
Inul Daratista pun ikut menyoroti kerumunan pengunjung Pasar Tanah Abang menjelang lebaran Idulfitri 1442 H.
Melalui akun instagramnya, @inul.d mengunggah video ramainya pengunjung yang ada di Pasar Tanah Abang.
Dalam video yang diunggah Inul, semua pengunjung terlihat berdempetan dan tidak ada yang menjaga jarak.
“Ya Allah semoga kalian diberikan sehat smua ya, demi baju lebaran ga sebanding ketika kalian terpapar, aku sekeluarga bulan lalu kena sbln habis duit ratusan juta. Belom lagi tarung nyawa krn oksigen dlm darah turun dan sesak napas,” ujar Inul, Minggu (2/5/2021). Inul menceritakan pengalamannya kesulitan mencari oksigen karena di semua rumah sakit penuh dan mendesak. Belum lagi, seluruh anggota keluarganya terpapar.
“Pontang panting cari tabung oxigen krn smua rumah sakit tdk kasih kita sbb kebutuhan rumah sakit juga mendesak, blom lagi anak suami dan sekitar kena smua. Yang gagal tindakan bisa mati sia-sia krn covid, untung Allah msh kasih kami kesempatan sembuh kembali,” imbuhnya.
Melihat padatnya pengunjung Pasar Tanah Abang, Inul juga mengingatkan agar Indonesia jangan sampai seperti di India.
Inul menegaskan agar tak menyalahkan Presiden kalau penanganan Covid-19 di Indonesia kurang baik.
“Tanah abang koyo ngene iki ga salah tah pak sat gas covid ????? Hellloooo??? Presiden sdh kasih larangan mudik, yg jelas ya ga boleh juga bgni ?? Yg salah bukan presiden, kuclukkk ‘tapi manusianya yg tdk mau di atur !!!!
Ojo salahin presidene, aturan sdh turun. Tapi rakyate ga mau diatur ... mall di pondok indah juga sepi meskipun buka krn tingkat kesadaran tinggi yg masuk mall jg tau aturan,” kata Inul.
Sebelumnya, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmidzi mengatakan bahwa dalam sepekan terakhir, muncul temuan klaster baru penularan Covid-19. Klaster baru penularan Covid-19 tersebut terjadi di sejumlah daerah di Indonesia akibat perilaku abai masyarakat terhadap protokol kesehatan.
"Pekan ini muncul berbagai klaster, seperti perkantoran, buka puasa bersama, Tarawih di Banyumas, mudik di Pati, hingga takziah di Semarang," kata Nadia dalam konferensi pers virtual, Jumat (30/4/2021).
Nadia mengatakan kemunculan klaster baru ini sangat mengkhawatirkan. Dia menyebutkan penyebaran virus yang bersifat masif bisa membuat jumlah warga yang positif terinfeksi Covid-19 meningkat dalam waktu singkat.
Nadia mengatakan, situasi itu bisa terjadi karena dalam waktu yang singkat terjadi interaksi tanpa menjalankan protokol kesehatan yang tepat.
Menurut Nadia faktor utama pemicu klaster baru, di antaranya kelalaian masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan.
(*)