Fotokita.net–Penetapan tanggal 10 November sebagai Hari Pahlawan didasarkan pada catatan sejarah peristiwa pertempuran rakyat Surabaya di awal kemerdekaan tahun 1945 melawan pasukan sekutu dan Belanda yang ingin kembali menguasai Indonesia setelah Jepang menyatakan kalah di perang Asia Pasifik.
Setiap tanggal 10 November bangsa Indonesia selalu memperingati Hari Pahlawan.
Daribanyaknya Pahlawan Nasional Indonesia yang diangkat sejak 1959, baik yang berjuang sebelum maupun sesudah kemerdekaan, beberapa meninggal dan dimakamkan ketika diasingkan Belanda (Tjut Nyak Dien di Sumedang atau Tuanku Imam Bonjol di Manado).
Namun, ternyata ada juga yang makamnya belum ditemukan.
Sedikitnya ada dua orang pahlawan yang dimakamkan di mancanegara, yakni Tuanku Tambusai (1784 - 1882) di Negeri Sembilan (Malaysia) dan Syekh Jusuf Tajul Khalwati (1626 - 1699) di Cape Town (Afrika Selatan).
Uniknya (atau repotnya?), penduduk setempat di Goa, Sulawesi Selatan, Banten, dan Madura percaya bahwa makam Syekh Jusuf juga berada di daerah mereka.
Baca Juga: Layak Jadi Pahlawan Anti Korupsi, Bung Hatta Tak Pernah Miliki Sepatu Mewah yang Diidamkannya

Makam pahlawan tak dikenal di halaman Tugu Pahlawan.
Bangkai pesawat di Puncak
Terdapat pula beberapa orang pahlawan nasional yang tidak diketahui makamnya. Beberapa di antaranya tewas dalam pertempuran di laut atau di udara seperti Martha Christina Tiahahu yang jenasahnya berada di Laut Arafuru (antara P. Buru dan P. Tiga).
Komodor Josaphat Sudarso gugur sewaktu bertempur dengan Belanda dalam rangka Pembebasan Irian Barat di Laut Aru. Abdurrachman Saleh dan Adisucipto ditembak ketika akan mendarat di Yogyakarta semasa revolusi kemerdekaan.
Baca Juga: Bikin Bangga, Foto-foto Pahlawan Pemilu 2019 yang Berjibaku Menembus Pedalaman Kalimantan