Hal ini diungkapkan oleh Dr. Harry Widianto, Arkeolog Balai Arkeologi Yogyakarta, dalam Talkshow Proyek DNA Leluhur Historia.id "Jejak Manusia Nusantara & Peninggalannya" yang diadakan di Museum Nasional, Jakarta, Selasa (5/11/2019).
Dalam acara ini, Harry menguraikan soal migrasi dan proses hunian manusia di nusantara. Dalam pembentukannya menjadi manusia Indonesia yang seperti saat ini, terdapat beberapa gelombang migrasi yang berkontribusi. Namun, semuanya berasal dari pohon evolusi yang sama.

Berjuta-juta Tahun Lalu, Nenek Moyang Manusia 'Kehilangan Gen' Ini Hingga Jadi Spesies Rentan Penyakit Jantung
Manusia pertama yang datang ke nusantara bukanlah manusia modern atau Homo sapiens seperti kita, melainkan Homo erectus.
Sekitar 1,8 juta tahun yang lalu, Homo erectus menjadi manusia pertama yang bisa keluar dari Afrika.
Manusia dengan kepala panjang, dahi miring ke belakang, dan kepala yang terjatuh ke depan ini sangat gesit dan bisa beradaptasi dengan baik terhadap berbagai iklim.
Dituntun oleh kebutuhan mereka untuk mencari makanan, Homo erectus pun berjalan kaki ke berbagai tempat di dunia, dan sampai ke Pulau Jawa sekitar 1,5 juta tahun lalu dengan memanfaatkan jembatan darat.
Untuk diketahui, pada saat itu Bumi sedang mengalami zaman es. Meskipun Indonesia yang berada di daerah khatulistiwa tidak pernah mengalami zaman es, penyusutan volume air laut karena adanya pembekuan terjadi secara global dan menurunkan permukaan air laut hingga 100 meter.
Alhasil, Sumatera, Kalimantan dan Jawa pada saat itu menjadi satu kesatuan yang disebut Paparan Sunda. Homo erectus punah sekitar 100.000 tahun lalu di seluruh dunia.
Tidak ada yang mengetahui alasan pastinya, tetapi ada beberapa dugaan, termasuk ketidakmampuannya menyesuaikan dengan keadaan lingkungan setempat.

Homo erectus, manusia purba yang memiliki banyak bulu di sekujur tubuh