Fotokita.net -Bosan karena terus terjadi perang yang berkepanjangan di tanah airnya. Para pencari suaka dari Afghanistan ini lebih memilih tinggal di Trotoar Kebon Sirih Jakarta Pusat.

Pencari suaka dari Afganistan, Sudan dan Somalia beraktivitas di Trotoar Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (6/7/2019). Para pencari suaka tersebut menetap di trotoar untuk menuntut kepastian perlindungan dari Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi atau United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR).
Dilansir dariKompas.com mereka akan terus menetap di Trotoar Kebon Sirih ini sampai benar-benar mendapat perlindungan dariKomisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi atau United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR).
Baca Juga: Deretan Foto Senyum Pilu Para Pengungsi Banjir Bandang Sentani

Pencari suaka dari Afganistan, Sudan dan Somalia beraktivitas di Trotoar Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (6/7/2019). Para pencari suaka tersebut menetap di trotoar untuk menuntut kepastian perlindungan dari Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi atau United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR).
Sebelumnya mereka tinggal di Kalideres lalu pindah ke sini (Trotoar Kebon Sirih) karena dekat dengan Kantor UNHCR.
Baca Juga: Ternyata dengan Cara Inilah, Warga Sudan Bertahan Hidup dari Perang

Pencari suaka dari Afganistan, Sudan dan Somalia beraktivitas di Trotoar Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (6/7/2019). Para pencari suaka tersebut menetap di trotoar untuk menuntut kepastian perlindungan dari Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi atau United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR).
Salah seorang pencari suaka, Rahman Akhlaqi (18) bercerita bahwa dia bersama para pencari suaka lain benar-benar berharap UNHCR memberi jaminan perlindungan untuk bisa mendapatkan hidup yang lebih layak ketimbang hidup di trotoar.

Pencari suaka dari Afganistan, Sudan dan Somalia beraktivitas di Trotoar Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (6/7/2019). Para pencari suaka tersebut menetap di trotoar untuk menuntut kepastian perlindungan dari Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi atau United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR).
"Saya sudah tiga tahun di Indonesia, kalau di sini (Kebon Sirih) sudah lima hari, tinggal di dalam tenda," kata dia.