Fotokita.net - Gembong kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua kembali berulah. Kelompok teroris ini menebarkan ancaman terhadap15 pekerja pembangunan puskesmas di Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.
KKB yang dipimpin Egianus Kogoya itu juga membakar pesawat Pilatus PK-BPY milik maskapai Susi Air. Egianus mengaku menyandera pilot Susi Air, Phillips Max Marthin asal Selandia Baru.
Dalam foto yang beredar, tampang Egianus Kogoya terlihat jelas. Dia memiliki rambut hitamtebal. Laki-laki asal Papua Pegunungan ini juga tampak berewok dan berkumis dengan kulit berwarna gelap.
Pada foto tersebut, Egianus Kogoya juga memakai pengikat kepala dengan corak bendera Inggris. Dia terlihat membawa senjata api jenis Minimi yang merupakan senapan mesin ringan.
Egianus Kogoya tampak mengenakan kemeja dengan dalaman kaos berwarna hitam dan celana loreng. Selain itu, dia juga mengalungkan sejumlah amunisi.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo mengatakan sejak 2018-2023 Egianus Kogoya dan anak buahnya kerap melakukan kejahatan khususnya di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan. Egianus dkk dinilai sebagai kelompok kriminal yang paling eksis dan aktif menebar teror.
"Dari data kami dia (Egianus Kogoya) sebagai KKB yang sangat eksis dan aktif membahayakan keselamatan warga masyarakat," ungkap Benny saat dikonfirmasi awak media, Kamis (9/2/2023).
Sebelum menyandera pilot Susi Air, Egianus Kogoya sempat membantai seorangustaz asal Sulawesi Selatan (Sulsel) yang bernama Daeang Marannu.
Ustaz Daeng Marannu sempat memberikan khotbah Idul Adha sebelum meregang nyawa.Daeng Marannu adalah seorang dai yang biasa berdakwah di Masjid Kenyam, Kampung Nogolait, Kabupaten Nduga Papua.
Sebelum dibantai KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya, Ustaz Daeng sempat memberikan khotbah saat salat Idul Adha di kampung itu.