"Saya tidak bisa menyampaikan apa yang menjadi materi penyidikan," kata Ronny Talapessy kepada wartawan yang ingin mendapatkan konfirmasinya.
Wartawan detik juga berusahameminta konfirmasi terhadap Arman Hanis selaku kuasa hukum Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. Arman tidak membantah dan tidak membenarkan pertanyaan terkait dugaan janji pemberian duit Rp 1 miliar ke Bharada E.
"Terima kasih banyak telah memberikan kesempatan dan ruang kepada kami tim kuasa hukum untuk bisa diakomodir dalam diskusi/publikasi yang sedang dipersiapkan. Saat ini, tim kuasa hukum masih fokus menindaklanjuti proses hukum klien kami dan belum memiliki penjelasan tambahan terkait perkembangan kasus ini," papar Arman.
Arman mengatakan pihaknya menghormati dan mempercayakan proses hukum yang masih berlanjut saat ini."Kami mempercayakan kepada penyidik, terkait seluruh proses yang saat ini sedang berjalan," imbuh Arman.
Sementara itu, Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso mengecam pencabutan kuasaBharada E dari pengacara Deolipa. Diamerasa ada intervensi penyidik yang memaksaBharada E mencabut kuasanya dari Deolipa dan tim.
"Saya sangat paham soal kode etik advokat. Saya mengingatkan Polri, ini jangan intervensi pekerjaan pengacara. Walaupun Anda yang menunjuk pengacara, anda tidak berhak mengintervensi pekerjaan pengacara. Pengacara berhak menyampaikan satu pernyataan di depan publik untuk mempertahankan prinsip-prinsip hukum yang diperlukan," papar Sugeng panjang lebar.
Menurut Sugeng terjadi konflik saat Kabareskrim mengkritik pengacaraBharada E, saat Kapolri mengumumkanIrjen Ferdy Sambo sebagai tersangka."Saya melihat terjadi konflik ketika pengacara menyampaikan sesuatu dan Kabareskrim mengkritik. Saya mau mengingatkan, Polri tidak di atas pengacara. Pengacara apapun posisinya bekerja untuk membuat satu proses menjadi lebih bertanggung jawab," kata Sugeng.
Karenanya Sugeng yakin pencabutan kuasaBharada E dari Deolipa dan tim, ada intervensi dari penyidik.
"Ini saya yakin bukan pencabutan dariBharada Eya, tapi ada intervensi dari penyidik. Saya minta bahwa ini diperiksa, Kapolri harus memeriksa proses pencabutan kuasa ini karena sudah ditemukan, ini tidak main-main, karena mengintervensi pekerjaan pengacara," katanya.
Sugeng menjelaskan, pengacara tidak bisa diintervensi tidak bisa dipengaruhi. "Ketika dia ditunjuk, maka ada hak istimewa yang terbentuk antara klien dan advokatnya," ujar Sugeng.
Catatan redaksi: Artikel ini sudah direvisi setelah mendapatkan keberatan dari pengacara baru Bharada E Ronny Talapessy atas judul asli "Kena PHP Ferdy Sambo Rp 1 M, Pengacara Bharada E Bilang Begini, Foto Terkininya Sampai Dibahas. Dengan demikian, redaksi Fotokita.net memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.