"Saya duduk di sebelah, begitu saya duduk satu-dua menit kemudian, lewat abang kandung saya lewat situ. Karena banyak kerumunan, sudah deh antar saya saja. Lalu anterin ke sini (Ponpes)," lanjut dia.
Ahmad mengatakan saat itu tak bisa keluar dari pintu mobil. Itu sebabnya dia memutuskan keluar dari kaca depan mobil yang sudah ringsek akibat tertabrak kereta. "Ada pagar sebelah kanan, kiri ada kereta. Saya bismillah keluar saja, loncatin pagar," katanya.
Ahmad Yasin menjelaskan awalnya ia berangkat dari pondok pesantren sekitar pukul 06.30 WIB pagi tadi. Ia mengendarai mobil hendak menuju ke Jakarta Selatan sambil membuka aplikasi peta.
"Saat membuka map mengarahkan ke arah yang lebih dekat, saya lewatin berapa puluh meter karena mapnya lebih dekat lewat situ," jelas Ahmad Yasin.

Sopir mobil yang tertabrak KRL di Depok bakal dituntut KAI. Ternyatra sopir mobil punya jabatan mentereng di Ponpes.
Setiba di perlintasan rel, palang pintu terbuka. Ahmad Yasin juga mendengar petugas berteriak memperingatkan dirinya, tetapi saat itu ia pasrah.
"Ketika putar balik palang pintu terbuka. Ada petugasnya, begitu lihat saya dia teriak kereta, saya sudah tidak bisa menyelamatkan diri dan pasrah saja," katanya. "Saya lihat ke kiri sudah ada kepala kereta, sehingga saya pasrah dan tidak panik," katanya.
Ahmad Yasin terbanting. Ia mencoba menutupi wajahnya untuk melindungi dari serpihan kaca sambil berteriak takbir. "Saya kebanting dan menutup mata saya menggunakan tangan sehingga ada bekas kena kaca di tangan, saya sempat teriak takbir dan kereta berhenti," tuturnya.
Saat membuka mata, Ahmad Yasin bersyukur karena selamat. Ia kemudian keluar dari dalam mobil dan menyelamatkan diri.
"Saya buka mata saya, kaca depan sudah pecah. Saya mau keluar ada seat belt-nya kan. Kemudian langsung saya inisiatif keluar. Keluar ya udah langsung loncat pagar, khawatir mobilnya kebakar," tuturnya.
Ahmad Yasin mengatakan dia sendirian berangkat dari Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Quran Fantastis pagi tadi. Pagi tadi dia hendak menuju final MTQ tingkat SMA dan SMA se-Jakarta Selatan (Jaksel).