Fotokita.net - Presiden Afghanistan Ashraf Ghani kabur memakai helikopter yang penuh dengan uang tunai. Ashraf Ghani yang tinggal di Kabul ternyata memiliki kekayaan yang fantastis. Intip foto mewah sang presiden sebelum digulingkan rezim Taliban.
Ashraf Ghani yang kini berusia 72 tahunmelarikan diri dari Afghanistan pada Minggu 15 Agustus setelah pasukan Taliban mengambil alih kekuasaan politik ketika AS menarik pasukannya dari negara yang dilanda perang itu.
Dalam sebuah pernyataan yang diposting di halaman Facebook-nya, Ashraf Ghani mengatakan bahwa dia memutuskan untuk meninggalkan negara itu “untuk menghindari banjir yang berdarah.”
“Hari ini, saya menemukan pilihan yang sulit; Saya bisa berdiri menghadapi Taliban bersenjata yang ingin memasuki istana atau meninggalkan negara tercinta yang saya dedikasikan hidup saya untuk melindungi dan melindungi selama dua puluh tahun terakhir,” tulis Ashraf Ghani.
“Taliban telah memenangkan penilaian dengan pedang dan senjata dan sekarang mereka bertanggung jawab untuk melindungi kehormatan, kekayaan, dan harga diri warga negara.”Ia menyatakan akan terus mengabdi kepada bangsanya. “Lebih banyak bicara untuk masa depan. Hidup Afghanistan,” tulis Ashraf Ghani.
Ashraf Ghani kabur memakai helikopter penuh uang tunai dan empat mobil. Ternyata segini jumlah kekayaan Presiden Afghanistan yang dilaporkan mengungsi ke Oman itu. Dalam artikel ini, Fotokita.net merangkum foto mewah Ashraf Ghani dari akun Instagram resminya, @ashrafghani.af.
Ashraf Ghani menyerahkan kekuasaan ke Taliban yang sudah mengepungnya. Kedutaan Besar Rusia di Kabul mengeklaim, Ashraf Ghani angkat kaki dengan pengawalan empat mobil dan helikopter yang penuh uang tunai.
Dalam klaim kedutaan, Ashraf Ghani sampai terpaksa meninggalkan beberapa lembar uangnya di bandara karena tak muat. Kini berdasarkan sumber dari "Negeri Beruang Merah", Presiden Afghanistan sejak 2014 itu melintasi Teluk Persia dan menuju Kesultanan Oman.
Laporan awal menyebutkan bahwa Ashraf Ghani menuju Dushanbe, ibu kota Tajikistan. Tetapi otoritas lokal membantahnya.
"Pesawat yang membawa Tuan Ashraf Ghani tidak melintasi wilayah angkasa kami, maupun mendarat," jelas sumber pemerintah.