
Bagian salah satu jalan masuk kapal selam KRI Nanggala-402.
"Dengan ditemukannya peralatan yang sudah keluar ini, terjadi keretakan. Karena memang terjadi tekanan kedalaman yang sekian dalamnya sampai 700-800 meter ini tentunya terjadi keretakan terhadap kapal selam tersebut," ungkap dia.
Dia menjelaskan detail dari enam kepingan benda yang diyakini melekat dalam KRI Nanggala-402.
Berdasarkan penjelasan Yudo, barang pertama yang ditemukan adalah barang dengan warna hitam. Barang itu disebutnya merupakan pelurus tabung torpedo.
"Kemudian pembungkus atau pipa pendingin. Ini ada tulisannya Korea," ujarnya.
Usai mengungkapkan barang temuan kedua tersebut, Yudo menjelaskan sedikit bahwa tulisan Korea itu identik dengan tempat di mana KRI Nanggala-402 pernah menjalani perbaikan atau perawatan di negeri Ginseng.
"Pada saat 2012, KRI Nanggala pernah overhaul di Korea," tambah Yudo. Barang ketiga yang ditemukan adalah grease atau pelumas yang digunakan untuk pelumasan naik turunnya periskop kapal selam.
Ia menjelaskan, apabila periskop dalam keadaan kering, maka pelumas itu digunakan agar dapat memperlancar periskop.

Bagian kapal selam KRI Nanggala-402.
"Sehingga kalau dia di atas kering, kemudian dikasih pelumas itu oleh anggota," tuturnya. Adapun pelumas tersebut digambarkan dalam sebuah botol dengan cairan berwarna oranye.