Berdasar pengamatan Rimon, masyarakat masih tidak bisa membedakan mana kabar hoaks. Jadi, mereka menyebarkan apa yang menurut mereka benar.
Dia menuturkan, informasi tentang moimoto tidak berbahaya. Justru, minuman bernama Kava yang membuatnya menaruh perhatian.
Kava adalah minuman dengan narkotika ringan. Mengonsumsinya biasanya dilakukan secara berkelompok karena cangkirnya dicelupkan sebelum diminum.
Secara tradisional, biasanya minuman itu dibuat dengan mengunyah akar Piper methysticum, dan mencampur serat yang sudah terkena liur itu menggunakan air.
"Itulah rumor paling konyol yang pernah ada. Jadi, pemerintah harus memberikan pemahaman kepada warga bahwa kabar itu tidak benar," kata dia.
Rimon menjelaskan, dia bersyukur pernah hidup di luar negeri sehingga bisa mendapatkan cukup pemahaman, dibanding warga negaranya.

Sekawanan ikan kuwek hitam berenang jelang senja di sekitar Kepulauan Phoenix, bagian dari Kiribati
Merebaknya informasi keliru ditambah dengan belum jelasnya regulasi pemerintah mengenai apa saja yang bisa dibagikan di media sosial.
Selama ini, papar Rimon, masyarakat mengandalkan informasi mengenai wabah dari Kementerian Kesehatan dan Kantor Kepresidenan.