Fotokita.net - Di Singapura kabut asap terlihat sangat pekat pada Sabtu (14/9/2019). Bangunan perkantoran dan perumahan terlibat kabur dari jauh ketika dilihat dengan mata telanjang.
Semakin sore, kondisi udara dilaporkan semakin buruk dan semakin sulit bagi warga untuk bernapas dengan bebas. Sebab, bau asap langsung menusuk ke hidung. Tidak sedikit warga yang terlihat mulai memakai masker.

Kondisi wilayah di Singapura yang diselimuti kabut asap, Minggu (15/9/2019). Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia berimbas hingga ke Singapura dan membuat kualitas udara negara tersebut mencapai tingkat yang tidak sehat untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir.
Bahkan, pasokan masker di sebuah toko farmasi di Tiong Bahru, kawasan tengah Singapura, sudah habis diborong pada siang.
Meski terkendala dengan asap, masih ada warga yang terlihat menjalankan aktivitasnya, atau menikmati akhir pekan seperti biasa.
Baca Juga: Di Banyuasin Bayi Umur 4 Bulan Meninggal Dunia, Benarkah Kabut Asap Mulai Makan Korban Jiwa?

Kondisi wilayah di Singapura yang diselimuti kabut asap, Minggu (15/9/2019). Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia berimbas hingga ke Singapura dan membuat kualitas udara negara tersebut mencapai tingkat yang tidak sehat untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir.
Warga Singapura dilaporkan mengalami sesak napas setelah terkena kabut asap. Sebuah pemandangan yang pertama kali terjadi dalam tiga tahun terakhir.
Data Indeks Standar Polutan (PSI) dari Dinas Lingkungan Nasional (NEA) di bagian barat Singapura yang mayoritas permukiman menembus angka 106 Sabtu sore (14/9/2019) waktu setempat.