"Kemungkinan besar anak-anak itu dikorbankan untuk menghentikan fenomena badai El Nino karena sebagian besar ditemukan dalam posisi menghadap ke laut," tambah Castillo.
Sejumlah kerangka yang ditemukan juga masih memiliki kulit dan rambut.
Castillo menyebut, tidak menutup kemungkinan masih akan ada kerangka jasad lain yang ditemukan di lokasi tersebut.
"Ini tidak dapat dikendalikan, hal terkait anak-anak ini. Di mana pun kami menggali, kami akan menemukan (kerangka) lainnya," ujar dia.

Ilustrasi
Peradaban Chimu diketahui merupakan salah satu peradaban paling kuat di Peru yang muncul sekitar tahun 900 dan berpusat di wilayah Chimor yang berlokasi di Lembah Peru. Peradaban itu memiliki wilayah persebaran di sepanjang garis pantai negara tersebut.
Peradaban Chimu runtuh setelah ditaklukkan oleh kekaisaran Inca pada tahun 1475.
Penemuan kerangka anak-anak tersebut juga dilaporkan bukanlah yang pertama kalinya terjadi di Peru.
Baca Juga: 5 Bukti Visual Ritual Aneh dalam Peradaban Suku Maya yang Bikin Kita Bergidik Ngeri

Beberapa kerangka anak-anak yang ditemukan.
April tahun lalu, para arkeolog dikabarkan telah menemukan kuburan berisi 140 kerangka anak-anak, kemungkinan besar juga berusia antara empat hingga 14 tahun.