Fotokita.net - Merasa KPK dilemahkan, Novel Baswedan ternyata pimpin aksi penangkapan Edhy Prabowo hingga bikin anak buah Jokowi bongkar cuitan lawas.
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo meminta maaf kepada masyarakat karena terjerat kasus dugaan korupsi terkait izin ekspor benih lobster.
Edhy menyebut kasus yang menjeratnya itu sebagai sebuah kecelakaan. "Saya juga mohon maaf kepada seluruh masyarakat, seolah-olah saya pencitraan di depan umum, itu tidak, itu semangat. Ini adalah kecelakaan yang terjadi," kata Edhy di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (26/11/2020).
Edhy menyatakan akan bertanggung jawab atas kasus yang menjeratnya. "Saya bertanggung jawab terhadap ini semua, saya tidak lari dan saya akan beberkan apa yang saya lakukan," ujar Edhy.
KPK telah menetapkan tujuh orang tersangka dalam kasus dugaan suap terkait izin ekspor benih lobster.
Ketujuh tersangka itu adalah Edhy, staf khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Safri dan Andreau Pribadi Misata, pengurus PT Aero Citra Kargo Siswadi, staf istri Menteri Kelautan dan Perikanan Ainul Faqih, Direktur PT Dua Putra Perkasa Suharjito, serta seorang pihak swasta bernama Amiril Mukminin.
Edhy diduga menerima uang senilai Rp 3,4 miliar dan 100.000 dollar AS terkait izin ekspor lobster. Uang itu diperoleh Edhy dari pihak PT Aero Citra Kargo.
Perusahaan itu diduga menerima uang dari beberapa perusahaan eksportir benih lobster, karena ekspor hanya dapat dilakukan melalui PT Aero Citra Kargo.
Kegiatan penangkapan Menteri Edhy Prabowo seolah menepis tudingan pelemahan KPK yang sempat santer terdengar sejak tahun lalu.
Pada peringatan Hari Antikorupsi Sedunia tahun 2019 Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menilai hari khusus itu tidak diperingati dengan suasana yang bergembira.
Pasalnya, saat ini KPK justru berada dalam posisi yang dilemahkan dan diserang dari berbagai sisi. Sedangkan, pihak yang tengah berbahagia saat ini adalah para koruptor.
"Kita sedang bersedih karena perjuangan pemberantasan korupsi justru terserang dari berbagai sisi baik KPK-nya yang dilemahkan, serangan-serangan yang dibiarkan, dan justru malah terkesan ada kemenangan bagi koruptor," kata Novel di Gedung Merah Putih KPK, Senin (9/12/2019).
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (tengah) menjawab pertanyaan wartawan usai konferensi pers penetapan tersangka kasus dugaan korupsi ekspor benih lobster di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (26/11/2020) dini hari. KPK menetapkan tujuh tersangka dalam kasus korupsi tersebut, salah satunya yakni Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.
Novel menuturkan, salah satu bentuk pelemahan KPK adalah berlakunya Undang-Undang KPK hasil revisi atau U Nomor 19 Tahun 2019.
Seperti diketahui, sejumlah pihak khawatir sejumlah pasal dalam UU KPK hasil revisi berisiko melumpuhkan kerja KPK dalam pemberantasan korupsi.
Misalnya, independensi KPK yang terancam, penyadapan yang dibatasi, dan pembentukan Dewan Pengawas.
Ia juga memandang fokus pemerintah untuk memberantas korupsi lewat mekanisme pencegahan tidak dapat berjalan efektif.
Alasannya, menurut Novel, mekanisme pencegahan tidak memberikan efek jera bagi para koruptor untuk meninggalkan perilaku korupsi ketimbang mekanisme penindakan.
"Tentu perbaikan sistem itu baik tapi perbaikan sistem dilakukan apapun sebaik apapun ketika tidak disertai dengan kekhawatiran orang untuk berbuat maka orang akan bisa mencari jalan-jalan lain untuk menghindari itu," ujar Novel.
Selain itu, Novel juga menyinggung pemerintah yang sedang giat membangun berbagai proyek.
Ia mengingatkan bahwa pembangunan tersebut harus dibarengi oleh penegakan hukum.
"Kita berharap semoga yang dilakukan oleh pemerintah semuanya baik. Tapi kita perlu ingat, keberhasilan pembangunan tentu harus bersamaan dengan penguatan penegakan hukum dan pemberantasan korupsi," ujar Novel.
Kini, faktanya mulai berbeda. Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan turut terlibat dalam penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, Rabu (25/11/2020).
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, Novel merupakan salah satu kepala satuan tugas yang ditugaskan dalam penangkapan Edhy.
"Salah satu Kasatgas (kepala satuan tugas) tersebut benar Novel Baswedan," kata Ali saat dikonfirmasi, Rabu siang.
Ali menuturkan, KPK menugaskan lebih dari tiga kepala satuan tugas baik dari penyelidikan dan penindakan,dalam penangkapan Edhy.
"Kegiatan ini dilakukan oleh tim KPK atas penugasan resmi dengan menurunkan lebih tiga Kasatgas baik penyelidikan dan penyidikan termasuk juga dari JPU yang ikut dalam kegiatan dimaksud," ujar Ali.
Sementara itu, Menkopolhukam Mohammad Mahfud MD mengungkap cuitan di akun twitter 11 bulan lalu.
Cuitan itu dia buat setelah pertemuan dengan Komjen Pol Firli Bahuri, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama komisioner KPK lainnya.
Pertemuan berlangsung di Kantor Menkopolhukam di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.
Saat itu, kata Mahfud MD melalui akun twitternya, Rabu (25/11/2020) malam ini, Komjen Firli Bahuri berjanji akan berbuat yang terbaik.
"Cuitan sy bhw Ketua KPK Pak Firli Bahuri bilang, "Meski orng bilang kami tdk baik tp kami akan berbuat yg terbaik", itu bkn baru sy nyatakan stlh Menteri KKP di-OTT hr (26/11) ini", ujar Mahfud MD melalui twitter.
Seperti diberitakan, Edhy Prabowo ditangkap penyidi KPK setelah tiba di Bandara Soekarno sepulang dari Amerika Serikat, Rabu (25/11/2020) dini hari.
Diduga, Edhy Prabowo terlibat dalam kasus korupsi ekspor benur atau bibit udang lobster.
Cuitan Mahfud MD dan Ucapan Firli Bahuri
Menurut Mahfud MD, cuitan berdasarkan ucapan Firli Bahuri itu telah disampaikan kepada dirinya pada 7 Januari 2020 atau 11 bulan lalu.
Mahfud MD pun membuktikan cuitannya tersebut dengan mengirimkan sebuah link berita. "Ini salah 1 beritanya," kata Mahfud.
Berita berjudul "Amankan Agenda Pemerintah, Pimpinan KPK Sowan ke Menko Polhukam" itu dimuat di media online, Jawapos.com terbit 7 Januari 2020.
Dalam berita disebutkan, Mahfud MD mencatat dua hal penting dari pertemuannya dengan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023.
“Ada dua kalimat yang sangat puitis tadi dari KPK, yaitu kami (pimpinan KPK, red) akan bekerja keras, berperang melawan korupsi,” kata Mahfud menirukan ucapan Firli.
Selain itu, Mahfud menyebut pimpinan KPK jilid lima akan bekerja semaksimal mungkin dalam upaya pemberantasan korupsi. Karena, sebelum resmi dilantik sebagai pimpinan KPK, para pimpinan baru tersebut banyak menuai kritik.
“Kami akan berbuat yang terbaik Meskipun mungkin tidak ada orang yang menganggap kami baik,” ujar Mahfud menirukan pernyataan Filri.
Ucapan itu ditulis kembali oleh Mahfud MD di akun twitternya, Rabu (25/11/2020) pagi atau sekitar 12 jam lalu.
@mohmahfudmd 12j: Sy selalu mengingatkan kpd teman-teman di KPK ttg apa yg pernah disampaikan oleh Ketua KPK Firli Bahuri kpd sy, "Biarlah orang mengatakan bhw kami tdk baik, tapi kami akan berusaha keras utk berbuat baik". Syjawab, "Lakukan, saya akan back up agar Anda tak diintervensi".