Fotokita.net -Ekonominya terus digerogoti Australia, ternyata Timor Leste punya prestasi yang bikin mereka bangga di mata dunia, bahkan lebih baik dari Indonesia.
Sejak20 Mei 2002 atau pasca-refrendum, Timor Timur resmi memisahkan diri dari Indonesia.
Artinya, negara berdaulat yang bertetangga dengan Provinsi NTT ini sudah berusia 18 tahun.
Negara kecil yang berada di ujung Pulau Timor ini dulu menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Saat masih bergabung dengan Indonesia, wilayah negara ini bernama Timor Timur dan menjadi provinsi ke-27.
Pada 30 Agustus 1999, hampir 80 persen rakyat Timor Timur memilih berpisah dari Indonesia.
Referendum yang didukung PBB itu mengakhiri konflik berdarah sekaligus mengakhiri kependudukan mereka sebagai Warga Negara Indonesia.
Memberikan jalan bagi rakyat Timor Leste untuk meraih kemerdekaan.
Setelah 21 tahun lepas dari Indonesia, Timor Leste (yang dulunya dikenal dengan Timor Timur) juga menghadapi situasi pandemi Covid-19.
Tidak seperti Indonesia, menurut Worldometers, negara berpenduduk 1.322.667 tersebuthanya mencatatkan 27 kasus Covid-19 hingga Kamis (3/9/2020).
Sementara itu Indonesia melaporkan ribuan kasus harian setiap harinya.
Terbaru, pada Kamis (3/9/2020) dilaporkan 3.622 kasus baru sehingga jumlahnya menjadi 184.268 kasus Covid-19.
Dari jumlah tersebut terdapat 7.750 orang meninggal. Sedangkan di Timor Leste tidak ada kasus meninggal.
Justru sebanyak 25 orang sudah dinyatakan sembuh dan saat ini masih ada 2 kasus aktif.
Kasus pertama di Timor Leste dilaporkan pada 21 Maret 2020
Pemilihan legislatif Timor Leste 2017
Bagaimana penanganan Covid-19 dan kondisi Timor Leste yang menghadapi pandemi?
Dilansir UCA News, Selasa (25/9/2020), menjelang akhir Juni, Timor Leste telah berhasil mengakhiri keadaan darurat dan menyatakan menang melawan Covid-19.
Meskipun Timor Leste termasuk negara miskin dengan sistem kesehatan yang lemah, tapi mereka bergerak cepat menjelang akhir Maret dengan memberlakukan keadaan darurat Covid-19.
Aturan yang diberlakukan lebih ketat daripada kebanyakan negara bagian Australia.
Mereka mengadopsi langkah-langkah yang diperlukan untuk mencegah penyakit, mengatasi pandemi, menyelamatkan nyawa, dan memastikan rantai pasokan barang serta jasa.
Bahkan jika mungkin mereka membatasi beberapa hak dan kebebasan fundamental.
Menurut sekelompok akademisi dari Universitas Melbourne, pada awal Maret pemerintah Timor Leste menutup perbatasannya.
Lebih dari 750.000 orang berhak menentukan suara mereka dalam pemilihan umum legislatif Timor Leste, Sabtu (22/7/2017).
Paket bantuan
Awalnya pembatasan hanya untuk non warga negara, akan tetapi setelah itu semua orang dibatasi.
Warga negara Timor Leste yang tetap di luar negeri (kebanyakan pelajar; para pekerja berketerampilan rendah di Inggris, Irlandia dan Korea Selatan; atau pekerja musiman di Australia) ditawarkan dukungan untuk tinggal di luar negeri.
Warga Timor Leste menerima paket bantuan termasuk sabun, telur dan beras dari lembaga non-pemerintah dan sektor swasta.
Bagi rumah tangga yang berpenghasilan di bawah 500 dollar AS (Rp7,4 juta)sebulan berhak atas subsidi bulanan sebesar 100 dollar AS (Rp 1,4 juta) dari pemerintah.
Perbatasan dengan Indonesia dipatroli oleh pihak berwenang yang memaksakan penutupan dan perintah tinggal di rumah.
Namun seperti negara lainnya yang memberlakukan penguncian atau lockdown, Timor Leste menghadapi masalah ekonomi.
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat, saat bertemu dengan Duta Besar Timor Leste untuk Indonesia, Alberto Xavier Pareira Carlos, di Ruang Kerja Gubernur NTT, Senin (10/8/2020) pagi.
Pendapatan minyak dan gas yang menopang perekonomiannya segera habis.
Hak atas ladang energi bawah laut yang baru diperoleh negara itu dalam beberapa tahun terakhir terjebak dalam fase pra-pembangunan.
Para peneliti dari Universitas Nasional Australia menemukan bahwa Timor Leste mengeluarkan jauh lebih banyak kebijakan untuk mengatasi Covid-19 dibanding tetangganya di Pasifik.
Mereka mengeluarkan sebesar 8,3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Penanganan Covid-19 Timor-Leste hampir 100 persen didanai sendiri.
Sementara itu seperti di tempat lain, perempuan dan anak-anak cenderung lebih menderita dengan situasi penguncian karena meningkatnya kekerasan dalam rumah tangga dan kehilangan pendidikan tatap muka.
“Di Timor Leste, 59 persen wanita berusia 15-45 tahun yang pernah menikah pernah mengalami kekerasan fisik dan/atau seksual dari pasangan dekat selama hidup mereka,” kata Badan Pengembangan Wanita Internasional.
Hal itu kemungkinan akan meningkat karena kekhawatiran keamanan, kesehatan, dan uang.
Itu akan semakin membebani rumah tangga yang terkurung.
Pemimpin Timor Leste Xanana Gusmao.
Peran Palang Merah
Salah satu langkah pemerintah adalah melalui International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC).
Dilansir laman IFRC, Senin (17/8/2020), Palang Merah mengintensifkan kampanye pencegahan di wilayah perbatasan yang dianggap sebagai zona merah penularan Covid-19.
Sejak awal pandemi, Palang Merah TImor Leste telah memprioritaskan kawasan itu beserta 35 desa dan 140 dusunnya, karena perbatasan memungkinkan orang untuk berpindah secara ilegal antar negara tetangga.
Palang Merah Timor Leste memberikan informasi kesehatan penting dan kegiatan peningkatan kesadaran untuk membendung virus.
Dalam wabah penyakit, mereka terlibat dengan memberikan informasi tepat waktu kepada komunitas yang paling terpapar adalah cara terbaik untuk membantu orang melindungi diri mereka sendiri.
Mereka menjangkau desa dan dusun terpencil, pergi dari pintu ke pintu. Jika memungkinkan mereka memperkuat melalui pesan radio dan media sosial.
Selain kampanye pendidikan, Palang Merah telah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk mendirikan tenda karantina di ibu kota Dili dan stasiun perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste.
Dengan memprioritaskan kebersihan, mereka juga mendirikan lebih dari 80 fasilitas cuci tangan di area penting seperti kantor pemerintah, sekolah dan gereja.
“Timor Leste adalah salah satu dari sedikit negara di dunia yang berhasil menahan Covid-19, merespons dengan cepat dan efektif dalam menangani pandemi sejak awal.
Dengan deteksi kasus baru, penting bahwa setiap upaya dilakukan untuk menahan penularan Covid-19," kata Kepala Tim Dukungan Klaster Negara IFRC untuk Indonesia dan Timor Leste Jan Gelfand.
Sektor ekonomi
Dilansir laman Heritage, skor kebebasan ekonomi Timor-Leste adalah 45,9. Hal itu menjadikan Timor Leste menduduki peringkat ke-171 dunia dalam indeks 2020.
Rekonstruksi pembantaian Timor Leste, PKI disebut dalang separatis Timor Leste sehingga perlu dibantai habis-habisan
Di kawasan Asia-Pasifik, Timor Leste berada di peringkat ke-40 di antara 42 negara dan skor keseluruhannya jauh di bawa rata-rata kawasan maupun dunia.
Perekonomian Timor Leste mencatat sedikit tanda-tanda kebebasan ekonomi sejak dimasukkan dalam Indeks pada tahun 2009.
Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB)-nya lemah.
Perekonomian negara itu bergantung pada pengeluaran pemerintah yang didanai oleh penarikan dari Dana Perminyakan.
(Kompas.com/Nur Fitriatus Shalihah)