Isu disharmoni di tubuh TNI mencuat setelah Effendi Simbolon mempertanyakan absennya Andika atau Dudung dalam gelaran acara maupun rapat bersama DPR. Dia turut mengatakan sikap TNI melebihi ormas karena tidak ada kepatuhan.
Dalam rapat bersama Komisi Pertahanan pada 5 September lalu, Effendi turut menyinggung ihwal anak Dudung yang pernah gagal masuk akademi militer. Effendi kemudian meminta maaf atas pernyataannya menyebut TNI sebagai ormas sebelum dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR.
Anggota Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Effendi Simbolon, tidak hadir dalam rapat bersama Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Jenderal Andika Perkasa, dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Dudung Abdurachman.

KSAD Jenderal Dudung bersalaman dengan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. Respons anggota DPR Effendi Simbolon disorot.
Effendi sebelumnya menuai sorotan publik lantaran pernyataannya ihwal disharmoni di tubuh TNI, termasuk dugaan konflik antara Andika dengan Dudung Abdurachman.
Anggota Komisi Pertahanan, TB Hasanuddin, mengatakan Effendi Simbolon sedang mengemban tugas dari partainya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), sehingga tidak dapat menghadiri rapat. Dia menyebut informasi ini didapatkan dari Wakil Ketua Komisi I, Utut Adianto, yang juga satu fraksi dengan Effendi.
“ES ada tugas dari partai sehingga hari ini tidak bisa ikut (penjelasan dari pak Utut),” kata TB Hasanuddin saat dihubungi, Senin, 26 September 2022. Utut turut mengkonfirmasi absennya Effendi dalam rapat. “Betul (tidak hadir rapat),” katanya dalam pesan singkat.
TB Hasanuddin mengatakan kehadiran Dudung dan Andika menunjukkan tidak ada masalah dalam tubuh TNI. Menurutnya, perbedaan pendapat dalam diskusi maupun implementasi di lapangan merupakan hal biasa dalam kehidupan militer.
“Memang tidak ada (masalah). Saya sudah bicara dengan Panglima maupun dengan KSAD, saya jamin tidak ada masalah. Saya 35 tahun jadi prajurit TNI, jadi itu dinamika, tidak usah dibesar-besarkan. Dalam pandangan saya TNI tetap solid,” ujarnya.

KSAD Jenderal Dudung bersalaman dengan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. Respons anggota DPR Effendi Simbolon disorot.