Berlari dibedakan dari yang cepat (sprint) hingga yang pelan.
Baca Juga: Contoh-contoh Gerakan Lokomotor dan Non Lokomotor serta Manipulatif dalam Olahraga Sepak Bola

Gerak Lokomotor dan Non Lokomotor
Tujuan dari latihan gerak lokomotor pada anak adalah untuk meningkatkan kemampuan gerak dasar yang paling banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Gerak lokomotor memiliki sifat yang alamiah, dan kebanyakan anak biasanya sudah menguasai gerakan dasar ini pada usia-usia awal mereka, namun tentunya masih membutuhkan latihan dan bimbingan dari orang tua.
Melatih dan memperbanyak pengalaman anak dalam melakukan gerak lokomotor seperti berjalan dan berlari dapat meningkatkan efisiensi dari gerakan itu sendiri, dan juga membantu anak dalam meningkatkan kekuatan dan daya tahan dari otot-otot yang digunakan.
Contoh gerak nonlokomotor misalnya adalah mengangguk, menoleh, menggeleng, membungkuk, mengayun, dan melambaikan tangan.
Lebih dalam lagi, kita dapat melihat beragam gerakan lokomotor dan nonlokomotor dalam ssatu kegiatan.
Baca Juga: Contoh-contoh Gerakan Lokomotor dan Non Lokomotor serta Manipulatif dalam Permainan Bola Voli

Gerak lokomotor, non lokomotor, dan manipulatif dalam olahraga sepak bola
Misalnya saat bermain tenis meja atau bulu tangkis, ternyata seorang manusia melakukan gerakan lokomotor dan nonlokomotor di dalamnya.
Saat meloncat dan berlari mengejar bola atau kok, kita akan melakukan gerakan lokomotor. Sedangkan saat memukul bola atau kok, lengan kita melakukan gerak nonlokomotor.