Menanggapi hal itu, Fahri Hamzah heran, kenapa pemimpin bangsa tidak turut bersukacita atas kepulangan HRS ke Indonesia.
"Ada seorang tokoh, diakui atau tidak, ia disambut kedatangannya. Perpisahannya mengharukan dan pertemuannya dinantikan. Mengapa pemimpin negara tidak ikut pada perasaan sukacita bangsa? Apa yang menghalanginya mengucapkan selamat datang kembali ke tanah air? #WelcomeHomeHRS," tulis Fahri Hamzah dikutip Wartakotalive.com dari akun Twitternya, Selasa (10/11/2020).

Fahri Hamzah dan Fadli Zon dapat penghargaan dari Jokowi
Fahri mengingatkan, agar pemimpin bangsa sebaiknya bersikap dewasa menyikapi keadaan ini.
Ia menyarankan untuk dilakukan rekonsiliasi dan menghilangkan sikap dengki yang pernah ada.
"Pemimpin negara harus dewasa. Kita tidak akan bisa terus menerus mempertahankan sisa-sisa dengki padahal kita sedang mencari alasan untuk bersatu. Pemimpin Harus ada kerelaan untuk menelan malu akibat kecerobohan masa lalu. #WelcomeHomeHRS
Marilah kita pikirkan rekonsiliasi besar setelah konflik aliran yg melelahkan. Kita belajar dari Amerika Serikat gak usah malu, presiden terpilih @JoeBiden memakai Tagline #TimeToHeal ini waktu untuk mengobati luka hati yg twk jelas. Ayolah kita bisa bersatu. #WelcomeHomeHRS," imbuh Fahri.
Sementara itu, Presiden Indonesia Lawyer Club (ILC) Karni Ilyassecara mendadak mengumumkan batalnya tayangan talkshow itu.
Rencananya, tema diskusi ILC pada Selasa (10/11/2020) malam membahas tentang kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.