"Dalam kasus saya, kedua hal itu telah dirampas dari saya," imbuhnya.
Awalnya dia tidak menyadari telah direkam hingga akhirnya tiga tahun kemudian, tepatnya pada September lalu.
MenurutAFP, Jane Doe mendapat e-mail berisi tautan untuk mengarahkannya pada situs porno.
Ternyata, videonya diunggah di situs tersebut dengan menyertakan nama lengkapnya.
Seseorang itu kemudian mengirim banyak e-mail ancaman, dengan klaim mengetahui di mana dia menempuh pendidikan tinggi dan bekerja.
Jane Doe tidak menanggapai ancaman tersebut, namun video makin banyak diunggah ke banyak situs porno, bahkan dikirim ke teman-teman, kolega, dan mantan teman sekelasnya.
Pemeras juga menuntut pembayaran segera senilai 2.000 dollar AS atau Rp 28 juta, lalu 1.000 dollar AS (Rp 14 juta) per bulan selama setahun.

Ilustrasi
Juru bicara Hampton Inn mengaku terkejut dengan kasus tersebut.
Namun, manajemen meyakini tidak ada alat perekam apa pun yang ditemukan.