Fotokita.net - Inilah potret 2 remaja di Makassar yang nekat menghabisi nyawa seorang bocah SD dengan cara keji. Niat mereka untuk menjual ginjal korban gagal karena kurang begini. Rumah kedua pelaku sampai digeruduk warga.
Kedua remaja yang bernama Adrian alias AD dan Faisal atau MF tega menculik dan membunuhM Fadli Sadewa lantaran terobsesi inginmenjual organ tubuh dengan harga yang mahal.
Kasus dua remaja culik dan bunuh bocah 11 tahun di Makassar ini terungkap setelah pihak keluarga melaporkan hilangnya korban sejak Minggu (8/1/2023). Namun korban ditemukan tewas mengenaskan di kolom jembatan, Inspeksi Pam Timur Waduk Nipa-nipa, Moncongloe, Kabupaten Maros, Selasa (10/1/2023) dini hari.
Jasad MFS ditemukan dalam kondisi kedua kaki dan tangan terikat serta terbungkus kantong plastik.
Kedua pelaku ditangkap aparat Polsek Panakkukang setelah ada laporan kehilangan dari orang tua korban dan rekaman kamera pengawas (CCTV). Adrian dan Faisal diringkus dirumahnya masing-masing saat sedang istirahat.
Kasi Humas Polrestabes Makassar, Kompol Lando KS mengatakan, dari rekaman CCTV, terungkap korban diajak pelaku pegi untuk membantu membersihkan rumah.
Korban diiming-imingi uang Rp 50.000, kemudian diajak naik motor saat di Indomart. Naas, setelah kejadian itu, korban tak kunjung pulang ke rumah.
"Dari rekaman CCTV, korban diajak oleh pelaku pergi membantu membersihkan rumah dengan iming-imingan uang Rp 50.000 di depan Indomart, Jalan Batua Raya.
Namun setelah ikut pelaku yang mengendarai motor, korban tak kunjung pulang ke rumahnya hingga ditemukan tewas," katanya.
Korban penculikan dan pembunuhan 2 remaja di Makassar sempat dilaporkan ke poliai lantaran belum kembali ke rumah.
Aksi Adrian dan Faisal diketahui lantaran terpengaruh internet tentang perdagangan organ tubuh manusia. Mereka bahkan mengikuti Yandex, mesin pencari buatan Rusia, terakit harga jual organ manusia yang menggiurkan.
"Berdasarkan keterangan pelaku, mereka sering membuka Yandex, melihat penjualan organ-organ sel atau tubuh manusia," kata Kapolsek Panakkukang, Kompol Abdul Azis, Selasa (10/1/2023).
Memang pada akhirnya mereka gagal menjual organ tubuh korban karena tidak tahu bagaimana caranya. Mereka hanya membuang jasad ke Waduk Nipa-nipa.
Setelah berhasil mengajak korban ke rumah pelaku AD, MFS diminta menunggu sambil menonton di laptop. Saat itulah, pelaku yang berusia 17 tahun itu membunuh korban dengan mencekik dari belakang, membenturkan kepala korban ke tembok sebanyak 5 kali hingga meninggal.
"Setelah korban dipastikan tewas, pelaku lalu mengikat kaki dan memasukkannya ke dalam kantong plastik berwarna hitam.
Karena tak tahu harus berbuat apa, pelaku lalu membuang mayat korban ke Inspeksi Pam Timur Waduk Nipa-Nipa, Moncongleo, Kabupaten Maros," katanya.
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Budhi Haryanto menyatakan kedua pelaku tidak terlibat sindikat penjualan organ tubuh. “Kedua pelaku ini masih pelajar dan tergiur dengan iklan di internet," ujarnya.
Jasad korban pembunuhan di Makasar ditemukan dalam kondisi seperti dalam potret ini.
Alasan pelaku melakukan aksinya karena motif ekonomi dan ingin membantu orang tua mereka untuk membangun rumah.
Kedua pelaku akan dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan Undang Undang Perlindungan Anak. Saat ini, kedua pelaku AD dan MF sudah ditetapkan tersangka.
"Dua pelaku dijerat pasal pembunuhan berencana (Pasal 340 KUHP) dan UU Perlindungan Anak. Karena mereka masih di bawah umur, sehingga ancaman hukumannya dikurangi setengah. Seandainya mereka itu dewasa, pastinya hukuman mati atau seumur hidup. Jadi, biarlah hakim yang menentukan nantinya," tegasnya.
Inikah potret 2 remaja yang nekat bunuh bocah di Makassar demi menjual organ tubuh korban di internet.
"Sudah lama saya gunakan, tapi baru terencana (menjual organ tubuh Muh Fadli Sadewa). Apalagi harganya (USD) 80 ribu," sebut Adrian alias AD kepada wartawan di Mapolrestabes Makassar, Selasa (10/1/2023).
Menurut AD, jika organ tubuh Fadli Sadewa terjual, hasilnya akan digunakan untuk membangun rumah dan membantu orang tuanya.
AD mengaku sempat menghubungi website tersebut melalui email.
"Belum ketemu (jaringan pembeli organ tubuh). (kirim pesan) Email saja, cuma dia enggak balas," bebernya.
AD mengaku mengirimkan pesan ke website tersebut dan menyampaikan ada organ tubuh yang bagus dan sehat akan dijual. Organ tubuh tersebut seperti jantung, paruparu, dan hati.
"Rencana mau serahkan ke dia (pembeli) utuh. Cuma belum ada (pembeli),” sebutnya.
Karena pesan email tak kunjung mendapatkan balasan, AD akhirnya panik. Ia memutuskan membuang korban di Jalan Inspeksi PAM Nipa-nipa, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros.
"Karena panik. Tidak ada balasan calon pembeli," sebutnya.
AD membunuh korban dengan cara membanting ke lantai rumahnya. Saat kejadian, rumahnya dalam kondisi sepi.
"Di rumah dibunuh, karena tidak ada orang. Banting ke lantai," bebernya.
Baca Juga: Pilu! Foto Bocah Korban Kecelakaan Balikpapan Duduk Termenung, Kini Nasibnya Seperti Gala Sky
Rumah salah satu pelaku pembunuhan bocah SD di Makassar demi menjual ginjal digeruduk warga.
AD mengaku mengenal korban, meski tidak akrab. AD juga membantah jika sudah lama menarget Fadli Sadewa untuk diambil organ tubuhnya.
Sementara AMF mengaku hanya membantu AD menyekap korban agar tidak berteriak. Tak hanya itu, AMF juga mencekik dan memegang kaki korban saat AD membantingnya.
"Saya sama sekolah, saya kelas 1 SMA, AD kelas 3. Kenal sama dia karena sering ke kelasnya," ucapnya.
Sementara itu, ratusan warga yang geram dengan perbuatan dua pelaku MF dan AD, mereka mendatangi dan merusak rumah milik pelaku. Rumah 0rangtua tersangka AD di Jalan Batua Raya berlantai 2 dibongkar warga.
Tidak ada satu pun keluarga AD diduga sudah meninggalkan rumah karena takut amukan massa.
Setelah membongkar rumah pelaku AD, massa kemudian menuju ke rumah MF di Jl Borong Raya.
Rumah MF berdiam di lahan milik Kodam XIV Hasanuddin ini terbuat dari bahan kayu juga ikut dirusak massa.
Di tempat ini juga, keluarga MF sudah mengungsi lebih dulu setelah kejadian tersebut karena takut amukan keluarga korban.
(*)