Fotokita.net-Kasus perundungan yang direkam melalui gambar visual bergerak kembali terjadi. Terlebih lagi, gambar video itu disiarkan melalui media sosial hingga menjadi perbincangan netizen.
Sudah pasti perbincangan netizen itu dalam konteks negatif, mereka mengecam atas peristiwa perundungan itu. Tak beberapa lama kemudian, video perundungan atau bullying itu menjadi viral hingga menggerakkan polisi untuk melakukan tindakan sesuai hukum.
Bullying atau perundungan itu terjadi di Kelurahan Bonto-bonto, Kecamatan Ma'rang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Video tersebut menunjukan seorang pedagang gorengan jalangkote yang masih anak-anak mendapat perlakuan tidak menyenangkan.
Anak yang bernama Rizal tersebut nampak ditertawai, dipukul, bahkan didorong hingga terjungkal oleh seorang laki-laki.
Sontak aksi bullying tersebut langsung menuai hujatan para netizen.
Dilansir dari Tribunwow.com, Rizal nyaris setiap hari dirundung oleh sekelompok remaja tersebut.
Namun Rizal berusaha sabar dan tetap terus berdagang membantu sang ibu.
Hal itu dikarenakan keluarganya termasuk keluarga yang tidak mampu.
Sehingga Rizal tak memiliki pilihan lain selain membantu orang tuanya.
“RL memang dari keluarga tidak mampu, jadi dia harus membantu ayah dan ibunya mencari nafkah.
Ya saat mencari nafkah itulah, RL sering di-bully dan dia tetap sabar hadapi orang-orang,” ujar Paur Humas Polres Pangkep Aiptu Agus Salim.
Rizal Bocah Penjual Gorengan Korban Bully
Aiptu Agus pun tak tega melihat Rizal terus menerus di-bully saat ia keliling menjajakan jalangkote untuk membantu berdagang orang tuanya.
"Kasihan, sering di-bully oleh kelompok pemuda maupun anak-anak saat dia keliling berjualan jalangkote.
"Mungkin karena tubuhnya yang gemuk sehingga mendapat perlakuan itu," ujar Aiptu Agus.
Karena telah memperlakukan Rizal dengan tidak manusiawi, kini para pelaku telah ditangkap oleh polisi.
Satu orang pemuda berinisial FD (26), warga Kecamatan Ma'rang, kini sedang diperiksa lantaran diduga menjadi pelaku pemukulan terhadap Rizal.
Sedangkan tujuh orang lainnya juga diperiksa sebagai saksi.
“Kasus ini masih dalam pemeriksaan penyidik Polres Pangkep.
Sebentar akan diumumkan status kasus ini dan tersangkanya,” pungkas Aiptu Agus.
Tak hanya netizen, sederet publik figur juga turut mengungkapkan kekesalannya, salah satunya adalah penyanyi Anji Manji.
Hal itu diketahui dari unggahan Instagram Story Anji dalam akun Instagramnya @duniamanji pada (18/05/2020).
Dalam unggahan itu, pelantun lagu 'Dia' tersebut mengunggah foto Rizal saat memakan es krim.
Anji pun meluapkan kekesalannya terhadap kelakuan sekelompok pemuda yang merundung Rizal si penjual gorengan.
Anji bahkan mengaku sampai menangis melihat video tersebut.
"Nangis saya lihat video pem-bully-an anak ini. kesel banget rasanya," tulis Anji sembari melampirkan foto Rizal.
Anji juga mengungkapkan bahwa Rizal merupakan anak yang istimewa (difabel).
Sontak hal itu membuat Anji teringat dengan anak bungsunya.
"Katanya anak ini istimewa (difable). Lebih sedih lagi. Langsung kebayang anak bungsu saya.," imbuh sang penyanyi tersebut.
Anji kesal
Dalam kalimat akhir, Anji pun mendoakan agar Rizal menjadi orang yang sukses.
"Semoga anak ini akan jadi orang sukses nantinya," pungkas Anji.
Seorang bocah penjual jalangkote (pastel), bernama Rizal (12) kini tengah hangat diperbincangkan.
Rizal mendapatkan perundungan dari sejumlah pemuda di Kecamatan Pangkep, Sulawesi Selatan, pada Minggu (17/5/2020).
Paur Humas Polres Pangkep, Aiptu Agus Salim, mengatakan perundungan yang diterima Rizal bukan hanya sekali.
Tetapi baru kali ini yang sangat keterlaluan karena disertai pemukulan dan dorongan hingga tersungkur di tanah.
“Kasihan, sering dibully oleh kelompok pemuda maupun anak-anak saat dia keliling berjualan jalangkote."
"Mungkin karena tubuhnya yang gemuk sehingga mendapat perlakuan itu, tapi kali ini sungguh kelewatan kelompok pemuda Firdaus yang kini sudah diamankan polisi,” ungkap Agus melansir dari Tribun Jakarta.
Rizal berasal dari keluarga yang tidak mampu.
Bocah itu setiap harinya sepulang sekolah, membantu orangtuanya mencari nafkah dengan berjualan jalangkote keliling desa.
Jalangkote yang dijajakan Rizal, merupakan hasil masakan sang ibu.
“RL memang dari keluarga tidak mampu, jadi dia harus membantu ayah dan ibunya mencari nafkah."
"Ya saat mencari nafkah itulah, RL sering dibully dan dia tetap sabar hadapi orang-orang,” tuturnya.
Di media sosial, beredar pesan dari seorang netizen yang mengaku tinggal tak jauh dari rumah Rizal.
"Ini tetangga banget, rumahnya cuma beda space 5 rumah dari rumah aku," tulis netizen itu.
Ia menyebut hingga saat ini Rizal masih mengalami trauma mendalam.
Netizen itu juga tak lupa membagikan video saat ia berkunjung ke rumah sederhana milik Rizal.
Di video tersebut Rizal tampak duduk di bangku plastik.
Sementara ibunda Rizal tengah sibuk menyusui bayinya yang baru lahir.
Netizen tersebut mengatakan setelah mengalami perundungan pada Minggu (17/5/2020), Rizal langsung membisikan kata-kata mengiris hati kepada adik bayinya.
Rizal meminta maaf terhadap sang adik karena tak lagi bisa mencari uang dengan berjualan jalangkote.
Bocah 12 tahun itu tentunya mengalami trauma mendalam setelah mendapatkan kekerasan dari sejumlah pria yang jauh lebih dewasa darinya.
"Kondisi korban masih sangat trauma, Abis kejadian ini si korban langsung bisikin ke adiknya yang baru berusia 2 minggu, katanya 'maaf yah dek, kakak berhenti jualan, gak bisa cari uang buat beli popok kamu'," tulis netizen tersebut.
Tak cuma itu, netizen tersebut juga menceritakan awalnya Rizal tak menceritakan peristiwa perundungan yang ia alami ke orangtuanya.
Rizal mengaku luka-luka di tubuhnya terjadi karena ia terjatuh dari sepeda.
"Awalnya Rizal ngaku ke mamanya habis jatuh, tapi karena videonya udah beredar makanya Rizal cerita dan langsung bisikin gitu ke adiknya," tulis netizen tersebut.
Terpisah Firdaus (26), warga Jl. Tanete, Kelurahan Bonto-bonto, Kecamatan Ma'rang, yang melakukan pemukulan terhadap Rizal masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Pangkep.
Demikian pula dengan tujuh orang rekan Firdaus lainnya yang masih diperiksa sebagai saksi.
“Kasus ini masih dalam pemeriksaan penyidik Polres Pangkep, sebentar akan diumumkan status kasus ini dan tersangkanya,” ungkapnya.
Sebelumnya, video perundungan terhadap RL, warga Jl Batu Merah, Kelurahan Tala, Kecamatan Tala, yang menjajakan jajanan pastel atau dikenal dengan nama jalangkote tersebar di media sosial.
RL mengalami perundungan, dipukuli, dan dibanting kelompok pemuda di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Minggu (17/5/2020) sore.
Video ini membuat warganet geram dan mengecam ulah kelompok pemuda di Kabupaten Pangkep itu.
Polisi pun turun tangan langsung dan mengusut kasus perundungan bocah penjual jalangkote tersebut.
Delapan pelaku perundungan diamankan polisi.
(Tribun Jakarta)