Rudi mengatakan pelaku G dan D yang membawa mayat Nanay dengan motor. G mengendarai sepeda motor, sedangkan D duduk di belakang untuk mengapit mayat Nanay.

Wanita cantik bertato Nanay Berlin tewas dicekik oleh kekasihnya. Setelah hilang nyawa, jasadnya dibawa keliling Kota Bandung karena alasan ini.
"Dia muter-muter Kota Bandung nyari lokasi pembuangan yang aman biar tidak terdeteksi," tuturnya. "Dia muter-muter sampai lah ke Arcamanik. Dia juga enggak tahu bisa sampai di situ," sambung Rudi.
Sementara itu, kedua pelaku ditahan di Mapolrestabes Bandung. Polisi masih menggali motif dari pelaku membunuh Nanay.
Dari hasil pemeriksaan dan autopsi, perempuan bertato kucing itu tewas dicekik oleh pembunuhnya.
"Sesuai hasil autopsi enggak ada benda baik tajam maupun yang kena di badan korban. Hasil autopsi dan pengakuan (pelaku) korban itu dicekik," ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Aswin Sipayung melalui Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Rudi Trihandoyo.
Ada dua orang pelaku dalam kasus ini yang diamankan. Keduanya berinisial D dan G. Dalam kasus ini, D berperan sebagai eksekutor yang mencekik Nanay Berlyn. Sedangkan G ikut membantu membuang jasad Nanay di kawasan Arcamanik.
"Jadi yang eksekusi D tapi si G ada di situ. Dia bawa motor kan," tutur Rudi.

Wanita cantik bertato Nanay Berlin tewas dicekik oleh kekasihnya. Setelah hilang nyawa, jasadnya dibawa keliling Kota Bandung karena alasan ini.
(*)