Pada awal tahun 90-an, Ramon Papana mentraktir Tukul Arwan di Bakmi Gang Kelinci. "Dia sungkan dan malu-malu ikut saya karena lapar."
Nraktir Tukul (yang bingung mau pesan apa dan memutuskan "sama aja" sama Pak Ramon) ketika itu sudah penuh tawa. Pelawak muda yang sopan dan sadar kejelekannya ini sempat ngebanyol (tentang Bakmi Gang Kelinci, apa jual kelinci..?) dan terus ketawa ketawa waktu aku ajak naik BMW 318i M40 Hijau ku (lebih lengkap: B 2140 NR harga:.......ha ha ha) dan "nganter pulang" calon Bintang yang dikemudian hari akan jadi Pelawak Top dan "orang kaya" Indonesia ini.

Foto Tukul Arwana kurus yang beredar di media sosial rupanya berasal dari salah satu unggahan Ramon Papana Tommy Bens
Aku sendiri waktu itu tidak sadar bahwa dikemudian hari aku akan banyak kali terus terusan bertemu pemuda kurus (waktu itu agak dekil) dan bahkan mengajaknya naik panggung (ketika aku ngeMC atau ketika ada acara dengan para JetSet Jakarta, cucu presiden, artis, designer dan pejabat, dll) bahkan dikemudian hari aku malah disebut sebut sebagai salah satu gurunya Tukul Arwana (yang pasti bukan karena pesanku agar rajin mandi dan ganti baju dan pake deodorant, rajin baca buku, dan lainnya)
Mengantar Tukul pulang ke kontrakannya (di drop di jl Kebalen Blok S) waktu itu, kita sempat mampir ke Bank Duta (waktu itu masih ada) di jl. Barito dan aku ambil Cash 200 ribu untuk aku bilang "kita bagi bagi ya" dan kasih ke Tukul yang 100 ribu dan diterima dengan tertawa tawa sambil terimakasih dan uangnya.......dicium! Gelo ! (untung bukan aku yang....hiiiìi)

Foto Tukul Arwana kurus yang beredar di media sosial rupanya berasal dari salah satu unggahan Ramon Papana Tommy Bens
Bertahun kemudian Tukul ini selalu mengikuti aku ketika di Boim Cafe, Hari Harry Mau, Lenong Rumpi, Comedy Cafe Indonesia (kemang), Humor Cafe Taman Ria Senayan, dll.Ada cerita dia pernah menunggu aku di depan kantorku (HdF Corporation di jalan Antasari) dari pagi sampai jam 10 malam, gak makan gak minum dan tidak berhasil ketemu "pak Ramon" dan untuk pulang terpaksa pinjem ongkos sama SatPam (pak Maulana).
Tukul yang awalnya cuma ikut ikutan aku shooting (jadi penonton, extra, additional) akhirnya jadi pemain tetap di Sitkom atau Sinetron F-2 produksi kita. Tukul ikut aktif di Boim cafe maupun Clownice dan Comedy Cafe sebelum kemudian mulai banyak order (dasarnya lucu) dan "menghilang" dari hidupku dan kemudian (terdengar) sudah jadi sangat terkenal dan sangat kaya raya.

Foto Tukul Arwana kurus yang beredar di media sosial rupanya berasal dari salah satu unggahan Ramon Papana Tommy Bens
Aku selalu mendoakan dia sehat dan sukses selalu walaupun kalau sekali sekali ketemu aku selalu berpesan: "Tukul, sampai kapanpun kamu tidak bisa melebihi saya. Karena......" dan biasanya dia yang melanjutkan: .....pak Ramon lebih tua. Ha ha ha.....