Dokter memaparkan sederet potensi penyebab pendarahan otak sebagaimana yang dialami Tukul. Mengingat, tingkat kejadian dan kematian akibat stroke disebut meningkat setiap tahun.
"Stroke itu terbagi menjadi 2 secara umum penyumbatan pembuluh darah dan pendarahan pembuluh darah di otak. Persentase (perdarahan) hanya sekitar 20 persen," terang Direktur Utama dari RSPON, dr Mursyid Bustami, Sp.S (K), KIC, MARS dalam konferensi pers virtual, Jumat (24/9/2021).

Dokter RSPON mengungkap fakta di balik tudingan vaksinasi sebabkan pendarahan otak sang komedian.
Ia memaparkan stroke pada dasarnya dipicu oleh faktor yang bisa dikendalikan atau yang tidak bisa dikendalikan. Faktor tak bisa dikendalikan misalnya usia. Sedangkan faktor yang bisa dikendalikan seperti kebiasaan merokok dan pola hidup tidak sehat.
"Tidak bisa (dikendalikan) misalnya usia. Semakin bertambah usia, semakin besar risiko terkena stroke," beber dr Mursyid.
"Lebih banyak faktor risiko yang bisa kita kendalikan. Yang paling banyak terjadi adalah hipertensi, kemudian gula atau diabetes. Kemudian penyakit jantung, gangguan irama jantung, kolesterol tinggi, merokok, kegemukan, kurang olahraga, pola hidup tidak sehat, dan lain sebagainya," sambungnya.
Ia menegaskan penanganan secara cepat pada pasien stroke amat penting. Selain itu, pemeriksaan atau check up otak secara rutin juga bisa diupayakan mengingat tingkat kejadian stroke meningkat setiap tahunnya.
(*)