Fotokita.net - Pandemi Covid-19 makin parah, pengelola wisata air ini nekat gelar diskon gede hingga bikin Gubernur Jawa Barat murka.
Pandemi Covid-19 berlangsung lebih dari 10 bulan di Tanah Air, tetapi belum ada tanda-tanda laju penularan Covid-19 dapat dikendalikan.
Jumlah pasien yang terjangkit Covid-19 di Indonesia masih terus bertambah. Terlebih lagi, usai libur Natal dan Tahun Baru.
Berdasarkan data yang dihimpun pemerintah hingga Senin (11/1/2021), ada penambahan 8.692 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.
Penambahan itu menyebabkan jumlah totalkasus Covid-19di Indonesia kini mencapai 836.718 orang, terhitung sejak diumumkannya pasien pertama pada 2 Maret 2020.
Informasi ini disampaikan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melalui data yang diterima pada Senin sore.
Akan tetapi, dalam waktu 24 jam terakhir juga ada 214 orang yang meninggal dunia setelah dinyatakan positif virus corona.
Sehingga, angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia tercatat sebesar 24.343 orang.
Denganupdatedata tersebut, makakasus aktif Covid-19di Indonesia kini ada123.636 orang.
Kasus aktif adalah jumlah pasien positif Covid-19 yang masih menjalani perawatan di rumah sakit atau isolasi mandiri.
Selain kasus positif, pemerintah juga mencatat ada 68.572 orang yang kini berstatus suspek.
Viral, suasana pengunjung di lokasi Waterboom Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat membludak.
Dalam video itu, nampak seseorang merekam suasana wisata air tersebut.
Perekam video tersebut menyesalkan adanya keramaian yang tejadi di lokasi itu.
"Nggak nyadar ya Waterboom, ini pandemi?. Nggak takut kena Covid-19, heran, pada mau aja datang seperti ini.
"Demi uang Rp10 ribu kena Covid-19 yang ada pemerintah yang bayar mereka sakit," kata seorang perempuan dalam video tersebut sambil merekam kerumunan warga.
Banyak sekali pengunjung, sehingga nampak tak menjaga jarak. Suasana di Waterboom Lippo Cikarang tampak tak seperti ada rasa takut akan virus corona..
Para pengunjung dengan santai berkerumun, bahkan banyak dari mereka tak mengenakan masker.
Dalam video lainnya, nampak petugas kepolisian melakukan pembubaran kerumunan di tempat wisata air Waterboom Lippo Cikarang tersebut.
Dengan menggunakan pengeras suara, kepolisian meminta pengunjung membubarkan diri kembali ke rumah karena tidak ada penerapan protokol kesehatan Covid-19 dalam lokasi wisata tersebut.
Kapolsek Cikarang Selatan, Kompol Sukadi membenarkan peristiwa kerumunan di lokasi wisata tersebut.
"Iya benar, kejadian kemarin pada Minggu, 10 Januari 2021," kata Sukadi saat dikonfirmasi, pada Senin (11/1/2021).
Sukadi menuturkan pihaknya yang mendapatkan laporan masyarakat terkait hal itu langsung mendatangi lokasi dan membubarkannya.
"Dari polsek saya datangin, saya himbau warga pengunjung dan saya bubarkan. Tidak sampai 30 menit langsung bubar," jelasnya.
Sukadi menyebut pengunjung tempat wisata air itu membludak dikarenakan manajemen memberikan promo besar.
Yakni, harga tiket seharusnya seharga Rp 95 ribu menjadi Rp 10 ribu.
Dari situ menjadi penyebab pengunjung membludak hingga mengabaikan protokol kesehatan Covid-19.
"Hanya karena waterboom membuka harga tiket itu dengan gila-gilaan. Warga datang berbondong-bondong datang," imbuhnya.
Sukadi menegaskan hari ini Waterboom Lippo Cikarang langsung ditutup sampai waktu yang belum ditentukan.
"Kita langsung laporkan ke Satgas Covid-19 Kabupaten, pagi ini Kapolres, Bupati dan Dandim langsung ditutup," tandasnya.
Waterboom Lippo Cikarang dipenuhi pengunjung dengan mengabaikan protokol kesehatan
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menutup salah satu tempat wisata air di Cikarang, Bekasi, yang tidak menaati protokol kesehatan.
"Sudah kita hukum dan kita tutup, mudah-mudahan ketegasan dari Forkopimda dan komite penanganan Covid-19 menjadi pelajaran kepada pemilik usaha agar menaati," ucap Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Senin (11/1/2021).
Menurut pria yang akrab disapa Emil itu, tempat wisata air tersebut dinilai tidak menaati protokol kesehatan di tengah pandemi virus corona saat ini.
Berdasarkan video yang tersebar di media sosial, terlihat banyaknya pengunjung yang datang ke lokasi waterboom tersebut.
"Cikarang, Bekasi itu, di mana ada waterboom tidak menaati protokol menggunakan logika sendiri, membuka diskon. Akibatnya kapasitas menjadi berjubel," ucap Emil.
Gubernur Ridwan Kamil
Pemprov Jabar kemudian terpaksa melakukan tindakan tegas memberikan hukuman penutupan lokasi wisata waterboom itu.
"Kita tidak nyaman dengan keputusan membatasi, karena pasti mengurangi rezeki. Tapi dalam situasi darurat kesehatan, ini harus dipermaklumkan, karena semua juga melakukan," kata Emil.
Untuk itu, pihaknya meminta semua pengelola wisata di Jabar untuk berkomitmen membatasi jumlah kapasitas pengunjung, sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. "
Menjelang akhir pekan saya menitipkan ke Pak Kapolda agar dilakukan inspeksi pemeriksaan pergerakan lintas provinsi, khususnya yang menuju daerah wisata.
Misalnya di Puncak, untuk memastikan mereka membawa surat negatif rapid test antigen," kata Emil.
(Wartakotalive.com/Kompas.com)