Fotokita.net - Pantas harta duniawinya kalah jauh dari Prabowo, jumlah uang yang dikantongi Jokowi bikin syok warga NTT: saya temukan di jaketnya.
Pemilihan Presiden tahun 2019 telah mengantarkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terpilih memimpin Indonesia untuk kedua kalinya.
Bila pada periode pertamakepemimpinannya yakni tahun 2014-2019 didampingi Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden, untuk masa kedua Jokowi bergandengan tangan dengan Ma'ruf Amin.
Lalu 2 kali jadi presiden dan punya bisnis mebel di Solo, berapa kekayaan Jokowi saat ini?
Mengutip Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dari laman resmi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Presiden Jokowi terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 31 Desember 2019.
Dalam LHKPN, Jokowi melaporkan harta yang dimilikinya tercatat sebesar Rp 54,71 miliar atau tepatnya Rp 54.718.200.893.
Saat masa kampanye, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) calon presiden dan wakil presiden yang mengikuti Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.
Ketika itu, pasangan nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin, memiliki total kekayaan sebesar Rp 61,9 miliar yang terdiri dari kekayaan Jokowi Rp 50,25 miliar dan Ma'ruf Amin Rp 11,65 miliar.
Adapun total harta kekayaan Prabowo mencapai Rp 1,92 triliun, sementara kekayaan Sandiaga Uno mencapai Rp 5,09 triliun. Sehingga, total kekayaan kedua pasangan tersebut mencapai Rp 7,82 triliun.
Jokowi maupun Prabowo, sebelumnya sudah pernah berkompetisi untuk merebutkan kursi RI pada 2014. Artinya, keduanya sudah pernah melaporkan LHKPN sebagai syarat mengikuti Pemilu.
Lantas, berapa total harta kekayan Jokowi dan Prabowo pada 2014?
Berdasarkan data LKHPN, kekayaan Jokowi meningkat sekitar Rp 20 miliar dibandingkan harta yang dia laporkan pada Agustus 2018. Pada 2014, kekayaan Jokowi hanya mencapai Rp 30,07 miliar dan US$ 30.000.
Presiden Joko Widodo (kanan) melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (11/10/2019).
Rinciannya, harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan di sejumlah lokasi sebesar Rp 29 miliar, kendaraan senilai Rp 954,5 juta, harta lainnya Rp 361,3 juta, serta giro dan setara kas lain Rp 529 juta dan US$ 30.000
Sementara Prabowo, pada 2014 lalu memiliki total kekayaan sebesar Rp 1,6 triliun atau meningkat sekitar Rp 300 miliar dibandingkan harta yang dia laporkan Agustus 2018 mencapai Rp 1,92 triliun.
Rinciannya, harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan senilai Rp 105 miliar, harta tak bergerak seperti kendaraan senilai Rp 1,4 miliar, pertanian perkebunan dan pertambangan mencapai Rp 12 miliar.
Mantan Danjen Kopassus itu pada 2014 lalu memiliki surat berharga senilai Rp 1,5 triliun dan US$ 7,5 juta
Inilah daftar harta kekayaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berdasarkan LHKPN KPK.
Daftar harta kekayaan ini memuat aset apa saja yang dimiliki Presiden hingga jumlah utangnya.
Sebelum terjun di dunia politik, Jokowi adalah pengusaha mebel ternama di Solo.
Sama seperti pejabat pada umumnya, setiap tahunnya, Jokowi harus menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kepada KPK.
Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto selfie dengan wartawan seusai keduanya bertemu di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (11/9/2019).
Kemudian oleh KPK, daftar harta kekayaan milik Jokowi diunggah di situs resmi elhkpn.kpk.go.id dan bisa diakses masyarakat luas.
Dari laporan yang bertanggal 29 Februari 2020, Jokowi tercatat memiliki harta kekayaan senilai Rp 54.718.200.893.
Jumlah ini meningkat sekira Rp 4 miliar dibanding saat Jokowi mencalonkan diri sebagai presiden di Pilpres 2019.
Saat itu, Jokowi melaporkan harta kekayaannya mencapai Rp 50.248.349.788.
Dalam laporan harta kekayaan terbarunya, Jokowi tercatat pada lembaga Kantor Presiden dengan unit kerja pimpinan pemerintahan.Selain itu, Jokowi ternyata juga tidak memiliki produk dari mobil Esemka.
Sayangnya, mantan Wali Kota Solo itu memiliki utang yang mengurangi jumlah aset kekayaannya.
Jokowi tercatat memiliki utang Rp 861.358.369.
Presiden Jokowi memberikan jaketnya pada pemuda NTT.
Sementara itu, Fransiskus Ade Uran Atawolo (30) pemuda NTT mendapat momen berharga kala Jokowi tengah melihat kondisi korban bencana di Desa Tapolangun, Lembata, Nusa Tenggara Timur, Jumat (9/4/2021).
Frans begitu ingin bertemu Jokowi lantaran kata dia, semenjak Indonesia Merdeka, 76 tahun lalu baru kali ini desanya dikunjungi seorang presiden.
"Saya ingin melihat Pak Jokowi karena sudah 75 tahun Indonesia merdeka dari presiden pertama sampai saat ini baru Pak Jokowi yang ke sini. Saya ingin melihat Pak Jokowi dari dekat karena saya sangat mengagumi Pak Jokowi," ujar Frans kepada Tribun Network, Sabtu (10/4/2021).
Frans melihat sosok Jokowi orang yang sederhana. Ia mengagumi Jokowi sejak kota Solo dipimpin oleh Presiden ke-7 tersebut.
Presiden Jokowi memberikan jaketnya kepada korban bencana alam di NTT
"Beliau sederhana, murah senyum," ucap Frans.
Karena itu, ia tak menyangka akan dipanggil langsung oleh Jokowi.
Momen berharga itu tak akan pernah terlupakan olehnya. Seorang nomor satu di Indonesia, bisa menyapa langsung.
Dengan senyum, Jokowi bertanya,
"Kamu mau apa dari saya dek? Mau jaket tidak?," ucap Frans menirukan Jokowi.
Jokowi kemudian melepas jaket merah yang dikenakannya.
Lalu memakaikannya kepada Frans.
"Pak Jokowi sendiri yang mengenakan ke saya. Jaket berwarna merah, ukurannya pas," tukasnya.
Fransiskus Ade Uran Atawolo (30) mengenakan jaket merah dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Frans senang sekali bisa berkesempatan bertemu langsung dengan Jokowi dan dihadiahi jaket. Kejutan untuk Frans tak berhenti di situ. Ketika pulang ke rumah, ia merogoh saku di dalam jaket merah, yang baru saja diberikan oleh Jokowi.
"Di dalamjaketnya bapakJokowiitu terselip uang Rp 1000 bergambar Pattimura," ujarnya.
Baca Juga: Fakta-fakta Gempa Malang, Warga Lari Ketakutan, Bangunan Roboh Hingga Penjelasan BMKG
Frans tak mengira seorangpresidenbisa menyimpan uang Rp 1000. Jaket dan uang di dalamnya dariJokowiakan dijaganya agar menjadi kenang-kenangan bagiFrans.
"Saya ingin pajang di rumah. Biar menjadi kenangan," imbuh Frans.
(*)