Rusak Berat Saat Dipakai Latihan, Ternyata Senior Panglima TNI Hadi Tjahjanto Ini Kritik Keras Pembelian Jet Tempur Asal Korea Selatan

Senin, 10 Agustus 2020 | 19:02
A Winardi

Pesawat T-50 buatan Korsel milik TNI AU

Fotokita.net -Pada Senin (10/8/2020) pesawat tempur milik TNI Angkatan Udara (AU) jenis T-50 Golden Eagle dilaporkan mengalami rusak berat usai tergelincir di Lanud Iswahjudi, Madiun, Jawa Timur.

"Rusak berat," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsma TNI Fajar Adriyanto saat dihubungi, Senin (10/8/2020).

Fajar menuturkan, TNI AU saat ini tengah melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab kecelakaan pesawat tempur tersebut.

Baca Juga: China Gemar Beri Utang Kemana-mana, Negara Kecil Ini Berani Tolak Bantuan Dana Rp 247 Triliun dari Tiongkok, Tapi Lebih Pilih Negara Tetangga

"Nanti dalam investigasi penyebabnya apa, pilotnya sedang dirawat," kata dia.

Pesawat tersebut ilaporkan tergelincir saat menjalani latihan di Lanud Iswahjudi, Madiun, Jawa Timur, Senin (10/8/2020), pukul 13.00 WIB.

Baca Juga: Kian Menegangkan, Amerika Pamer Bisa Pukul Mundur Pembom Strategis Rusia, Kini Jet Tempur Sukhoi Su-27 Usir 2 Pengintai AS di Perbatasan

"Itu pesawat dalam rangka latihan normal, sehari-hari," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsma TNI Fajar Adriyanto saat dihubungi, Senin (10/8/2020).

Fajar menjelaskan, saat kejadian, pesawat tersebut tengah dalam misi latihan yang dikemudikan seorang siswa pilot TNI AU bersama salah seorang instruktur.

Ia mengatakan, pesawat tersebut tergelincir setelah pesawat tersebut keluar landasan ketika akan lepas landas.

Baca Juga: Kabar Gembira, Kini Kamera DSLR dan Mirrorless Nikon Bisa Digunakan Buat Video Call, Begini Caranya

"Nah saat akan take off, keluar landasan, itu siswa (di kokpit depan, siswa pilot TNI AU), belakangnya instruktur," kata dia.

KAI T-50 Golden Eagle menjadi salah satu pesawat jet yang memperkuat Tentara Nasional Angkatan Udara (TNIAU) dalam mengamankan wilayah udara Indonesia.

Pesawat yang dibeli sejak 2010 ini sudah tiba di tanah air mulai bulan September 2013, total terdapat 16 jenis pesawat jenis ini.

Baca Juga: Hore Hari Ini Gaji Ke-13 PNS Cair, Berikut Rincian Besaran yang Diterima

Pembelian pesawat ini dilakukan untuk menggantikan BAE Hawk Mk 53 dan OV-10 Bronco, yang dipensiunkan setelah mengabdi selama 20 tahun.

Pembelian itu telah menghabiskan dana hingga USD 400 juta atau sekitar Rp 5,27 triliun.

Rupanya, seperti dikutip dari Merdeka.com, keberadaan pesawat ini tidak membuat Marsekal (Purn) Agus Supriatna Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) periode 2005 - 2007 merasa puas.

Baca Juga: Disebut-sebut Bakal Kacaukan Pilpres Amerika, Negara Ini Langsung Terima Tawaran China Demi Lampiaskan Kebencian Pada Paman Sam

Ada banyak kekurangan yang dimiliki pesawat buatan Korea Selatan itu.

Lewat buku otobiografinya berjudul "Dingo: Menembus Limit Angkasa", karya Bambang Setiawan dan Budiawan Sidik Arifianto yang diterbitkan Penerbit Buku Kompas, tahun 2016.

Baca Juga: Menang di Atas Aspal yang Jadi Keluhan Valentino Rossi, Begini Sosok Pebalap Rookie Brad Binder yang Samai Rekor Marc Marquez

Yulistyo Prastomo

T-50 Golden Eagle jet tempur TNI AU buatan Korea Selatan

Agus mengungkapkan salah satu alasan minimnya kemampuan tempur terhadap TNI AU adalah kurangnya anggaran.

Kondisi itulah yang membuat T-50i yang dibeli Indonesia memiliki kemampuan tempur yang minim pula.

Dimulai dari sistem radar, hingga persenjataan hingga membuat TNI AU harus mencari, membeli dan memasang sendiri peralatan-peralatan tersebut.

Baca Juga: Tangan Kanan Soeharto Akali Pembelian Pesawat Tempur dari Israel, Komandan Teknisi TNI AU Ternyata Bikin Keputusan Aneh Saat Jet Bekas Itu Tak Juga Berhasil Diperbaiki: 'Tanam Kepala Kerbau'

"T-50 dari Korea Selatan misalnya, bukan pesawat tempur. Kalau pesawat tempur itu radarnya harus lengkap, juga ada rudalnya.

Radarnya aja enggak ada. Mana ada pesawat tempur enggak ada radarnya?

Yulistyo Pratomo

T-50 Golden Eagle jet tempur TNI AU buatan Korea Selatan.

Bagaimana dia nanti melakukan perang di udara menangkap musuh? Ia hanya punya rato, radar moto.

Bayangkan, beli pesawat tempur tapi enggak ada radarnya," keluh Agus.

Karena minimnya kemampuan pertahanan, Agus menyebut T-50 lebih pantas digunkan untuk flypass, bukan air to air atau perang udara.

Baca Juga: Soeharto Beli Jet Tempur Andalan Israel Lewat Akal Bulusnya, Teknisi TNI AU Panik Saat Pesawat Itu Tak Pernah Kelar Diperbaiki, Akhirnya Sang Komandan Ambil Tindakan Mistis Ini

Hal itulah yang dimiliki pesawat tempur seperti Sukhoi, F-16, atau F-5.

"Kasihan adik-adik (penerbang) masih memakai radar moto. Kalau hujan, peyang dia," ungkapnya.

(Kompas.com/Merdeka.com)

Tag

Editor : Bayu Dwi Mardana Kusuma