Fotokita.net- Remaja perempuan lulusan SMK di Buleleng, Bali, ini akhirnya harus menanggung risiko apa yang telah diperbuatnya.
Melakukan tindakan amoral hingga hamil di luar nikah, ia justru menelantarkan buah hatinya hingga bernasib tragis.
Bagaimana tidak, darah daging yang dibuang sang bocah itu akhirnya tewas termakan binatang buas.
Atas kejadian tersebut, akhirnya tindak asusila yang ia lakukan pun terbongkar.
Melansir dari Tribun Bali pada Sabtu (1/8/2020), kasus ini akhirnya terbongkar saat Kasubbid Kimia dan Biologi Bid Labfor Polda Bali, AKBP Ngurah Wijaya Putra menerima laporan penemuan bayi di Mapolres Buleleng.
Atas penemuan bayi tersebut, Satreskrim Polres Buleleng masih terus melakukan pengusutan.
Setelah dilakukan tes DNA, akhirnya bayi malang itu diketahui sebagai darah daging dari KFS (17).
Sebuah peristiwa mengenaskan ini terjadi diDesa Pemuteran, Gerokgak, Buleleng, Bali. Akibatnya, seluruh warga desa dibuat heboh.
Bagaimana tidak, mereka baru saja menemukan orok alias jabang bayi dalam kondisi yang mengenaskan.
Bayi yang baru lahir ini dibuang oleh ibunya sendiri yang masih remaja.
Melansir Tribun Bali, orok malang tak berdosa tersebut ditemukan dalam kondisi sedang dimakan biawak (alu).
Tali pusarnya masih utuh, namun bayi malang itu kehilangan telapak kakinya.
Hal ini disampaikan usai pemeriksaan dilakukan oleh petugas medis di Puskesmas II Gerokgak.
Bayi berjenis kelamin laki-laki itu mulanya ditemukan warga di jalan setapak, Banjar Dinas Kembang Sari, Desa Pemuteran pada Minggu (7/6/2020) siang.
Setelah mendapatkan laporan, pihak kepolisian melakukan penyelidikan lanjutan untuk menemukan pembuang bayi tersebut.
Satreskrim Polres Buleleng melakukan tes DNA guna mencari orang tua sang jabang bayi.
Ironisnya, wanita yang menelantarkan jabang bayinya adalah anak yang baru saja lulur dari sekolah kejuruan.
Dia adalah KFS (17), ibu biologis dari orok yang ditemukan warga.
Adapun setelah menemukan ibu pembuang bayi itu, pihak kepolisian kini mencari ayah biologisnya.
Namun polisi mengalami kendala sebab tersangka mengaku telah berhubungan badan dengan lebih dari satu pria.
Menurut Kasubbid Kimia dan Biologi Bid Labfor Polda Bali, AKBP Ngurah Wijaya Putra di Mapolres Buleleng, Kamis (30/7/2020), satu-satunya jalan menemukan ayah dari bayi itu adalah dengan pemeriksaan DNA.
Pasalnya, DNA merupakan struktur senyawa kimia yang ada di seluruh tubuh makhluk hidup, dan memiliki sifat diwariskan.
Kasubbid Kimia dan Biologi Labfor Polda Bali, AKBP Ngurah Wijaya Putra (tengah) bersama Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Vicky Tri Haryanto (kanan) menunjukan barang bukti kasus penemuan orok di Desa Pemuteran, Kamis (30/7/2020).
Terlebih saat ini orok yang ditemukan sudah tinggal tulang.
"Kami sudah all out mendukung pengungkapan kasus ini. Dari permintaan penyidik, kami melakukan pemeriksaan terhadap orok yang sudah berbentuk tulang."
"Kami tentukam profil DNA-nya, dan hasilnya benar bahwa ibu biologis dari orok tersebut adalah tersangka KFS," jelas AKBP Ngurah Wijaya Putra, dikutip dari Tribun Bali.
Saat ini, guna mencari sang ayah, Bid Labfor Polda Bali menunggu keputusan pihak Satreskrim untuk menentukan siapa saja orang yang akan melakukan tes DNA.
"Kami mendukung permintaan penyidik, bila saja ingin melakukan test DNA terhadap ayah biologisnya," jelasnya.
Ilustrasi DNA
Karena tersangka berhubungan badan dengan sejumlah pria, maka pihak kepolisian mulai melakukan penyelidikan.
Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Vicky Tri Haryanto telah mencurigai beberapa pria yang diduga sudah berhubungan badan dengan tersangka KFS.
Ditanya Ayah Biologis dari Jabang Bayi yang Dibuangnya Hingga Tinggal Tulang, Remaja ini Pun Cuman Bisa Bingung Gegara Ngaku Kerap Berhubungan Badan dengan Banyak Pria
"Ada beberapa orang yang kami curigai sempat melakukan hubungan badan dengan tersangka, untuk diambil sampel DNA-nya, sehingga kami bisa mengetahui siapa ayah biologis dari bayi tersebut. Yang jelas lebih dari satu orang," jelas AKP Vicky.
Sementara itu, KFS mengaku terpaksa membuang anaknya karena takut kena marah jika ketahuan hamil di luar nikah.
Ilustrasi bayi
Sementara itu melansir informasi dari Kompas.com, kasus pembuangan bayi juga terjadi di Jawa Tengah.
Sepasang kekasih yang hendak menikah, dikabarkan telah membuang bayinya di Jalan Prambanan Piyungan, KM 2 Dusun Gunungharjo, desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan.
Kedua pasangan berinisial A (21) dan M (20) ini merupakan seorang mahasiswa.
Mereka mengaku melakukan tindak kriminal tersebut lantaran takut dengan orang tua masing-masing karena telah hamil sebelum menikah.
Pasangan tersebut memilih untuk meletakkan bayi mereka di wilayah Prambanan dengan harapan ditemukan oleh orang lain.
"Diletakkan di tempat yang masih terjangkau oleh orang atau dapat dilihat oleh orang. Dengan maksud agar bayi tersebut ditemukan oleh orang lain dan akan dirawat oleh orang lain," ungkap Kasat Reskrim Polres Sleman, AKP Deni Irwansyah.