Ibunda Felicia Tissue Sebut Kacang Lupa Kulit, Bisnis Kaesang Panagarep Malah Makin Mentereng, Ambil Alih Klub Bola Kebanggaan Kota Solo

Bayu Dwi Mardana Kusuma Sabtu, 20 Maret 2021 | 21:00 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir resmi turut mengelola klub bola Persis Solo. ( tangkapan layar IG Erick Thohir)

Manajemen baru ini disebut-sebut digawangi darah muda dari kalangan milenial yang didukung sejumlah tokoh yang memiliki pengalaman dan kepedulian tinggi untuk membenahi manajerial klub, sekaligus membawa prestasi ke tingkat yang lebih tinggi.

Kini, misteri itu resmi terjawab. Erick pun buka suara mengenai keterlibatan anaknya dalam urusan sepak bola.

“Khusus untuk Solo dan Aga, Aga mau mengikuti jejak ayah saya yang memulai perjuangan dari Solo. Solo adalah kota pertama ayah saya berjuang terpisah dari keluarga untuk sekolah,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (20/3/2021).

Kabar mengenai keterkaitan Erick Thohir dan sepak bola memang belakangan mencuat ke publik. Tak hanya di Solo, tetapi juga di Oxford, Inggris.

Baca Juga: Sebentar Lagi Hirup Udara Bebas, Saipul Jamil Siap Bangkit Jadi Kaya Raya Lewat Rencana Ini, Ahli Tarot: Karirnya Bisa Kembali

Dikabarkan dalam pekan ini, konsorsium Indonesia, Erick Thohir dan Anindya Bakrie, menambah investasi dengan membeli saham milik pengusaha asal Thailand, Sumrith "Tiger" Thanakarnjanasuth sehingga menguasai 51 persen kepemilikan saham mayoritas klub kota London berusia 126 tahun itu.

Kaesang Resmi menjadi Pemilik Baru Klub Sepak Bola Persis Solo

Informasinya, dalam seminggu ke depan konsorsium Indonesia itu akan menuntaskan transaksi pembelian saham, sekaligus mengajukan business plan untuk mendapat persetujuan dari English Football League.

Pertanyaannya, mengapa Erick Thohir kembali agresif di kancah sepak bola, ternyata jawabannya singkat, “Kangen bola!”.

Baca Juga: Pantas Krisdayanti Pilih Tak Hadir Saat Siraman Putrinya, Tangis Aurel Pecah Ungkap Masa Getirnya Ditinggal Sang Ibunda Nikah Lagi

“Sebetulnya apa yang saya lakukan di Persis Solo dengan Oxford, tidak jauh berbeda. Memperbaiki manajemen, melakukan regenerasi, membuat keduanya lebih baik. Bukan hal yang mudah, tapi tidak ada yang tidak mungkin,” tambahnya.

(*)

Penulis : Bayu Dwi Mardana Kusuma
Editor : Bayu Dwi Mardana Kusuma