Fotokita.net - Selain Raffi Ahmad, ternyata Syekh Ali Jaber banjiri anak buah Jokowi hadiah berlimpah hingga sebut keinginan yang belum terwujud.
Sebagai ustaz, Syekh Ali Jaber juga diketahui kenal berhubungan baik dengan beberapa selebriti Tanah Air. Salah satunya adalah Raffi Ahmad.
Beberapa waktu yang lalu, Syekh Ali Jaber pernah datang ke kediaman Raffi Ahmaddan Nagita Slavina. Melalui channel YouTube Rans Entertainment, Raffi menunggah momen saat Syekh Ali Jaber datang ke rumahnya.
Baca Juga: Disebut Tak Ada Wali Nikah Indah Permatasari, Kepala KUA Buka Suara Soal Ijab Kabul Arie Kriting
Dalam konten YouTube tersebut, Syekh Ali Jaber tampak memberi hadiah berupa karpet Masjidil Haram ke Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. Saat menerima hadiah tersebut, Raffi dan Nagita tampak merasa sangat senang.
“Syekh bawa hadiah?” kata Nagita Slavina, dikutipVIVA, Minggu, 13 September 2020. “Syekh sudah ganteng, hebat, bagus coba kalau saya kayak begini,” kata Raffi Ahmad menambahkan.
Baca Juga: Terungkap, Otoritas Amerika Sebut Bahaya Ini Bila Boeing 737 Disimpan Lama
Kemudian tampak satu orang membawa karpet tersebut. “Ya Allah merinding,” kata Nagita Slavina.
Syekh Ali Jaber lantas mengatakan bahwa karpet yang dibawanya untuk Raffi dan Nagita itu adalah karpet dari Masjidil Haram. “Ini karpet Masjidil Haram,” katanya.
Nagita kemudian bercerita bahwa dia dan Raffi juga sempat membeli karpet pada saat umrah. Namun, koper yang digunakan untuk membawa karpet tersebut hilang.
“Kemarin kan kita habis umrah Syekh(sebelum corona). Terus kemarin beli juga di sana si karpet ini tapi kopernya hilang. Alhamulillah ternyata dapat, diganti,” kata Nagita. “Ya Allah diganti. Kok bisa gitu ya,” kata Raffi menambahkan.
Syekh Ali Jaber kemudian menjelaskan bahwa karpet Masjidil Haram tidak diperjualbelikan. “Tapi ini subhanallah tidak dijual di luar,” kata Syekh Ali Jaber.
Baca Juga: Blak-blakan Akui Sebagai Anak PKI, Anggota DPR Ini Tolak Divaksin Covid-19, Berikut Sepak Terjangnya
"Katanya kalau di sini suka ada yang jual-jual itu lho," kata Nagita Slavina.

:quality(100)/photo/2020/05/26/4108462983.jpg)
Raffi Ahmad mendapatkan jubah penjaga makam Rasul dari Syekh Ali Jaber.
Tapi, Syekh Ali Jaber menjelaskan bahwa karpet yang ada dan diperjualbelikan di luaran sana berbeda dengan karpet Masjidil Haram. Syekh Ali Jaber juga mengatakan bahwa karpet yang berasal dari Masjidil Haram memiliki sertifikat.
"Gak itu beda (yang dijual-jual), sajadah atau karpet di luar, tapi kalau dari Masjidil Haram nanti ada sertifikat, nanti saya titipkan," kata Syekh Ali Jaber.
Mendengar penjelasan dari Syekh Ali Jaber, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina langsung merasa senang.
Sementara itu, Syekh Ali Jaber meninggalkan sebuah harapan yang bisa jadi menjadi sebuah wasiat kepada Menko Polhukam Mohammad Mahfud MD.
Di samping itu, Syekh Ali Jaber juga memberikan hadiah khusus kepada Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.
Hadiah yang diberikan Ali Jaber kepada Mahfud MD tersebut adalah tasbiah, kurma pilihan, dan buku doa.
Mahfud MD juga mendapat hadiah parfum khas aroma Kabah.
Mahfud MD mengaku memiliki hubungan dekat dengan Syekh Ali Jaber yang meninggal dunia Kamis (14/1/2021) sekitar pukul 08:40 WIB.
Saking dekatnya, Syekh Ali Jaber pun menyampaikan satu cita-citanya yang hingga meninggal dunia belum teruwujud.
Menurut Mahfud MD, Syehk Ali Jaber berkata ini kepada dirinya: "Guru, sy mau mencetak sejuta penghafal Qur'an. Tanah dan modal utk gedung sdh mulai terkumpul; mohon dukungan proses perizinan."
Syekh Ali Jaber meninggal dunia di RS Islam Yarsi, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2021) sekitar pukul 08:40 WIB.
Syekh Ali Jaber meninggal setelah dirawat 19 hari ri rumah sakit tersebut.
Ali Jaber adalah ulama yang ceramahnya menyejukkan dan dekat dengan sejumlah tokoh, di antaranya Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mohammad Mahfud MD.
Saking dekatnya, Syekh Ali Jaber memanggil Mahfud MD dengan sebutan guru atau ayah.
Keduanya bersama keluarga pun saling berkunjung ke rumah masing-masing.
Pada 20 September 2020, Syekh Ali Jaber berkunjung ke rumah Mahfud MD setelah dia sembuh dari penusukan pemuda di Lampung.
Pertemuan berlangsung akrab dan Mahfud MD pun membagikan foto-foto pertemuan dan memuji Ali Jaber.
Hari ini, Mahfud MD kembali bersaksi terkait ulama besar, Syekh Ali Jaber.
"Inna lillah wa inna ilaihi raji'un. Kita kehilangan tokoh penyejuk dan pemersatu ummat. Ulama besar Syech Ali Jaber wafat hr ini," tulis Mahfud MD di akun twitternya, Kamis (14/1/2021) siang ini.
Mahfud MD menyebut Syekh Ali Jaber sebagai ulama penyambung aspirasi umat dan pemerintah.
Mahfud MD pun menjelaskan kenapa dirinya sampai dipanggil guru atau ayah oleh Syekh Ali Jaber.
"Beliau adalah sahabat baik sy. Krn rendah hati beliau memanggil sy "Guru" atau "Ayah"," ujar Mahfud MD.
Menurut Mahfud MD, beberapa hari sebelum diberitakan Syekh Ali Jaber kena Covid-19, dia ke rumah Menteri Pertahanan era Presiden Abdurrahman Wahid ini.
Syekh Ali Jaber datang untuk memberikan hadiah khusus kepada putra asli Madura tersebut.
"Syekh Ali Jaber ke rmh sy, menghadiahi tasbih, kurma pilihan, buku doa, parfum khas aroma Kakbah," ujar Mahfud MD.
Selain itu, Syekh Ali Jaber pun menyampaikan sebuah wasiat atau sebuah keinginan yang hari ini belum terwujud tetapi beliau sudah berpulang ke Ramahtullah.
Menurut Mahfud MD, Syehk Ali Jaber berkata ini kepada dirinya: "Guru, sy mau mencetak sejuta penghafal Qur'an. Tanah dan modal utk gedung sdh mulai terkumpul; mohon dukungan proses perizinan."
Menurut Mahfud MD, Syekh Ali Jaber memiliki makanan favorit, yaitu nasi Bukhori.
Nasi Bukhori adalah nasi kebuli khas Arab.Selain itu, Syekh Ali Jaber ternyata menyukai duren.
"Kalau ke rmh Syekh Ali Jaber, sy diajak makan Nasi Bukhori (kebuli khas Arab) dan duren," kata Mahfud.
Begitu juga sebaliknya, Mahfud MD selalu menyanyikan Nasi Bukhori yang dipesan secara khusus dari Restoran Aljazeera jika Syekh Ali Jaber berkunjung ke rumahnya.
Baca Juga: Blak-blakan Akui Sebagai Anak PKI, Anggota DPR Ini Tolak Divaksin Covid-19, Berikut Sepak Terjangnya
"Kalau beliau ke rmh sy maka sy pesankan menu yg sama (minus duren) dari restoran Aljazeera," katanya.
Saking dekatnya hubungan kedua tokoh tersebut, kata Mahfud MD, Syekh Ali Jaber pernah mengajak ayah dan adik kandungnya ke rumahnya.
"Katanya, (orangtua dan adik Syek Ali Jaber) ingin kenal dengan saya juga," ujar Mahfud MD.
Inilah cuitan Mahfud MD terkait meninggalnya Syekh Ali Jaber.
@mohmahfudmd: Inna lillah wa inna ilaihi raji'un. Kita kehilangan tokoh penyejuk dan pemersatu ummat. Ulama besar Syech Ali Jaber wafat hr ini. Beliau menjadi penyambung aspirasi antara ummat dan Pemerintah. Beliau adalah sahabat baik sy. Krn rendah hati beliau memanggil sy "Guru" atau "Ayah".
@mohmahfudmd: Bbrp hr sblm diberitakan terinfeksi Covid-19 Syekh Ali Jaber ke rmh sy, menghadiahi tasbih, kurma pilihan, buku doa, parfum khas aroma Kakbah. "Guru, sy mau mencetak sejuta penghafal Qur'an. Tanah dan modal utk gedung sdh mulai terkumpul; mohon dukungan proses perizinan", kt-nya.
@mohmahfudmd: Kalau ke rmh Syech Ali Jaber sy diajak makan Nasi Bukhori (kebuli khas Arab) dan duren. Kalau beliau ke rmh sy maka sy pesankan menu yg sama (minus duren) dari restoran Aljazeera. Beliau jg pernah mengajak ayah dan adik kandungnya ke rmh sy yg, katanya, ingin kenal dgn saya jg.
(*)