Fotokita.net - Tidak ada satupun manusia yang bisa menduga dan mengetahuinya.
Karenanya tidak semua apa yang kita lihat jelek, buruk, merugikan itu faktanya sama dengan yang dilihat mata dan dirasakan hati.
Buktinya, bulan Ramadan 2020 ini termasuk bulan suci yang unik.
Bulan Ramadhan tahun ini memang terasa berbeda.
Pasalnya umat muslim diseluruh dunia harus menjalani ibadah puasa di tengah pandemi global, yaitu Covid-19.
Memang semua yang terjadi pada manusia adalah rahasia Allah SWT.

:quality(100)/photo/2020/05/08/3625629191.jpg)
Di saat puasa terjadi regenerasi sel-sel kekebalan tubuh, dan penurunan radikal bebas yang membuat kulit menjadi lebih baik.
Saking uniknya semoga tidak terjadi lagi ditahun-tahun mendatang.
Ya, kali ini di Ramadan 2020, kita mau tak mau harus berada dalam kondisi pandemi Covid-19.
Jadi harus menjalankan ibadah puasa dalam kondisi pandemi Covid-19.
Karenanya banyak yang bertanya, bagaimana dengan puasa di saat pandemi?
Penduduk negara mana yang melewati waktu puasa terlama?
Malah, ada manusia di Indonesia yang minta MUI untuk mengeluarkan fatwa menggeser bulan puasa di saat pandemi Covid-19 telah usai.
Hanya yang tak punya iman, dan tak punya ilmu dan berakal yang mau lantang mengatakan hal itu.
Justru di bulan Ramadan ini dengan banyaknya manusia yang berpuasa, virus tidak bisa merajalela, mengapa seperti itu?
Karena saat manusia berpuasa, imunitasnya meningat dan mampu menghalau infeksi virus.
Ilustrasi waktu buka puasa
Seperti yang kita tahu, imunitas tubuh penting untuk menghalau berbagai penyakit, juga virus corona jenis SARS-CoV-2 penyebab penyakit Covid-19.
Meskipun saat puasa ahli menyebutkan masyarakat tak perlu khawatir akan turunnya imunitas tubuh.
Hal itu diungkapkan oleh dr Hj Vivien Maryam Sp.PD, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Primaya Hospital (sebelumnya RS Awal Bros) Tangerang.
"Pada dasarnya proses puasa adalah proses mengistirahatkan organ terutama organ pencernaan dan regenerasi sel yang dapat meningkatkan imunitas tubuh," tutur Vivien dalam keterangan tertulis, Selasa (28/4/2020).
Hal yang harus diperhatiakan dalam berpuasa saat covid-19.
Rupanya, berpuasa mampu memberi pertahanan lebih pada tubuh, untuk menghalau berbagai virus atau kuman yang masuk ke dalam tubuh.
"Ketika berpuasa, kita dilarang makan dan minum selama kurang lebih 13 jam. Selama kurun waktu tersebut, sistem pencernaan diistirahatkan dan sel-sel tubuh mengalami regenerasi," lanjutnya.
Saat menjalankan ibadah puasa, Vivien mengungkapkan bila sistem pencernaan dalam tubuh yang biasanya bekerja selama 11 bulan akan beristrirahat sejenak.
Waktu istirahat itulah yang membuat sel-sel tubuh akan memperbaiki dirinya dan akan bekerja secara efektif setelahnya.
Lebih lanjut, ternyata dengan berpuasa juga bermanfaat seperti:
· Mengontrol gula darah
· Mengurangi peradangan
· Meningkatkan kesehatan jantung
· Meningkatkan kesehatan otak
· Membantu penurunan berat badan
· Meningkatkan hormone pertumbuhan
· Memperbaiki suasana hati
Selain itu, saat berpuasa, hematopoietik (proses pembentukan komponen sel darah) akan bekerja dengan cara mengeluarkan sel-sel imunitas tubuh lebih baik seperti sel limfosit T dan sel limfosit B untuk pertahanan tubuh.
Sel limfosit T dan sel limfosit B tersebut dapat menghasilkan antibodi untuk melawan berbagai virus atau kuman yang masuk.
"Hal yang penting adalah jaga imunitas tubuh dengan cara makan bernutrisi tinggi, banyak minum, dan istirahat yang cukup. Asupan gizi selama puasa juga harus seimbang," ujar Vivien.