Fotokita.net -Sejak Presiden Joko Widodo atau Jokowi menunjuknya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim masih saja jadi perbincangan. Yang menarik, Nadiem menjadi bahan diskusi di dalam maupun luar kabinet.
Terlebih lagi, pada saat menjelang peringatan Hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 November, Nadiem kembali membuat geger jagat media sosial. Pidatonya yang ringkas dan tak bertele-tele langsung membuat banyak pihak jatuh hati.
Diam-diam ada seorang menteri senior di dalam kabinet Indonesia Maju itu yang mengagumi sosok Nadiem. Sang menteri terus mengamati gerak-gerik pembantu presiden yang paling muda itu.
Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah menjawab pertanyaan banyak pihak yang tak menyangka Nadiem makarim sebagai pendiri perusahaan startup Gojek akan menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
Jokowi menilai, latar belakang Nadiem Makarim yang mendirikan perusahaan berbasis teknologi inovasi seperti Gojek justru menjadi modal tersendiri.
Ia meyakini sosok Nadiem bisa menggunakan keahliannya di bidang teknologi untuk menerapkan standar pendidikan yang sama bagi 300.000 sekolah dengan 50 juta pelajar yang tersebar di seluruh Indonesia.
"Kita diberi peluang setelah ada yang namanya teknologi, yang namanya aplikasi sistem yang bisa membuat loncatan sehingga yang dulu dirasa tidak mungkin sekarang mungkin," kata Jokowi.
"Oleh sebab itu, dipilih Mas Nadiem Makarim," kata dia lagi.
Peringati Hari Sumpah Pemuda, Mendikbud Nadiem Makariem Berikan Pesan Untuk Generasi Muda
Jokowi juga mengatakan bahwa Nadiem telah bercerita banyak hal kepadanya tentang apa-apa saja yang dikerjakan untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas.
"Ada peluang besar, ada terobosan besar untuk melakukan itu. Itu kira-kira kurang lebihnya," ucap Jokowi.
Namun, keberadaan Nadiem Makarim di dalam Kabinet Indonesia Maju justru menuai cerita lain dalam kacamata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
Pesona Franka Franklin, Istri Nadiem Makarim Menteri Pendidikan dan Kebudayaan 2019
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati merasa terusik ketika dirinya dilantik bersebelahan dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.
Sebab, usia Nadiem relatif lebih muda dibanding dengan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju lain, yaitu 36 tahun. Sementara saat ini, Sri Mulyani sendiri telah berusia 57 tahun.
"Saya ketika pelantikan berdiri dengan menteri yang usianya baru 35 tahun itu menandakan saya sudah miles away," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Selasa (29/10/2019).
Sri Mulyani mengatakan, ketika berdiri di samping Nadiem, dirinya berdiskusi mengenai perubahan dengan dia. Dan ketika itulah dirinya menyadari bahwa perubahan harus dilakukan di dalam pemerintahan.
"Itu membuat kita sadar bahwa perubahan itu adalah keniscayaan," ujar dia.
Retno Marsudi bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani, Presiden Jokowi, dan Wapres Ma'ruf Amin
Sri Muyani pun kembali memberi peringatan kepada jajaran Kementerian Keuangan untuk melakukan perubahan. Perubahan tersebut meliputi inovasi dan efektifitas dalam bekerja. Apalagi, dengan bantuan teknologi perubahan bisa dilakukan dengan lebih mudah.
"Saya ingin kembali mengingatkan kepada jajaran kementerian keuangan, meski punya menteri yang sama, dan Wamen dari dalam, bukan berarti hidup Anda akan tenang-tenang saja. You better change atau kamu punah," ujar dia.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku sempat tersentil dengan pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim. Pidato Mendikbud tersebut sempat viral beberapa waktu lalu.
"Anda ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu Anda habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas," ujar Nadiem dalam pidatonya.
Sri Mulyani mengatakan, hal yang menyentilnya ketika Nadiem dalam pidatonya mengungkapkan, guru kerap dibebani dengan tugas-tugas administratif, salah satunya keuangan, sehingga kerap tak fokus dalam tugas mengajar.
"Saya lihat di surat cinta Nadiem, guru-guru mendapat beban kegiatan pertanggungjawaban keuangan, saya sempat agak tersentil," ujar dia ketika memberi paparan dalam acara KOMPAS100 CEO Forum di Jakarta, Kamis (28/11/2019).
Belum lama ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani blak-blakan membongkar kebiasaan para pejabat saat bertemu dengannya
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut memaparkan, dirinya bahkan telah mengirimkan pidato Nadiem tersebut ke jajaran pegawai Kementerian Keuangan.
Menurut Sri Muyani, dari pidato tersebut, kementerian/lembaga (K/ L) bisa belajar lebih kreatif dalam menjalankan tugas, contohnya dengan memperingkas laporan keuangan melalui digitalisasi tanpa mengurangi akuntabilitasnya.
Sebab, selama ini laporan keuangan bisa mencapai ratusan halaman tapi tidak dibaca dan menjadi beban. "Surat cinta itu saya forward ke anak buah saya," kata dia.
"Kreativitas inovatif sebenarnya sama dengan rezim let the manager manage. Dulu laporan keuangan sampai 188 dari mulai item, berbagai macam layer enggak dibaca terus di-reduce jadi 16 masih beban. Makanya kita mulai berpikir gimana teknologi dapat membantu," ujar Sri Mulyani. (Kompas.com)