Fotokita.net - Anak buah Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran ditanyai Inspektorat Khusus (Irsus) soal kasus Ferdy Sambo. Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi dikabarkan diperiksa Irsus terkait dugaan ketidakprofesionalan dalam mengusut kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J atau Brigadir Yosua.
Kabar pemeriksaan Kombes Hengki Haryadi sudah dibenarkan oleh Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo. Dia menyebutkan, pemeriksaan terhadap Hengki tersebut dilakukan oleh Irsus pada Jumat (19/8) kemarin.
Ditanyai Itsus soal kasus Ferdy Sambo, anak buah Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran ini sempat menantang anggota ormas seragam loreng. Begini foto Kombes Hengki Haryadi yang sempat viral.
Sekalipun membenarkan, Dedi enggan merinci informasi waktu pemeriksaan dan keterangan yang disampaikan Hengki. “Barusan info dari Itsus betul (Hengki) sudah memberikan keterangan ke Itsus,” sebut Dedi kepada wartawan pada Senin (22/8/2022).
Dedi masih enggan menjelaskan lebih lanjut ihwal status Hengki usai diperiksa oleh Tim Irsus tersebut. "Info dari Irsus betul sudah memberikan keterangan ke Irsus. Itu dulu infonya," ujarnya kepada wartawan.
Terkini, Tim Khusus Polri juga telah menempatkan anak uah Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran lainnya di tempat khusus (Patsus). Dia adalah Kapolres Metro Jakarta Selatan nonaktif Kombes Budhi Herdi. Kombes Budhi dikurung di tempat khusus (Patsus) karena diduga melanggar etik dalam penyidikan kasus Brigadir J.
Dedi mengatakan saat ini Budhi tengah menjalani Patsus di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Kendati demikian dirinya masih belum menjelaskan lebih lanjut sejak kapan Budhi dipatsuskan.
"Ya betul (Kombes Budhi Herdy patsus di Mako Brimob Depok)," sebut Dedi kepada awak media yang meminta konfirmasinya.
Sebelum ditanyai Irsus terkait kasus Ferdy Sambo, anak buah Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran ini sempat menantang anggota ormas seragam loreng. Begini foto Kombes Hengki Haryadi yang sempat viral beberapa waktu lalu.
Kemarahan Kombes Hengki Haryadi bermula dari seorang anggota kepolisian diduga jadi korban pemukulan oknum anggota organisasi masyarakat (ormas) Pemuda Pancasila. Anggota polisi itu dipukul saat mengawal aksi PP menggeruduk Gedung Dewan Perwakilan Rakyat RI.
"Benar (ada anggota polisi dipukul)," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo Yogo kepada wartawan, Kamis 25 November 2021.
Anggota itu adalah Kepala Bagian Operasional Ditlantas Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Dermawan Karosekali. Dia sempat dikejar beberapa oknum ormas PP. Bahkan, Karosekali sampai berlari. Dia sampai naik sepeda motor guna menghindari kejaran.
Saat demo itu terjadi, Kombes Hengki masih menjabat sebagai Kapolres Metro Jakarta Pusat. Dia turun tangan langsung usai demo ormas Pemuda Pancasila di depan kawasan Gedung DPR RI ricuh.
Terlebih lagi, Hengki dapat informasi ada anggota polisi yang dikeroyok. "Perwira kami, AKBP dikeroyok luka-luka. Apakah itu tujuan rekan-rekan datang kemari? melawan kami, mengeroyok kami yang mengamankan rekan-rekan.
Saya minta pimpinan aksi ini bertanggung jawab. Perwira menengah perwira menengah dikeroyok padahal beliau mengamankan kegiatan ini," kata dia di kawasan Gedung DPR, Kamis 25 November 2021.
Hengki kecewa ormas PP sudah dikawal aksinya namun melakukan hal seperti itu. Menurutnya, aksi tersebut melawan hukum. Sudah berlagak kesal, ujung-ujungnya Hengki malah menyebut ormas PP sahabat polisi. Dia meminta koordinator aksi PP menyerahkan diri.
"Saya sebagai penanggung jawab wilayah keamanan, di depan DPR ini jujur saja saya miris. Saya bersahabat dengan ketua PP Jakpus, tapi justru anggota kami dianiaya oleh rekan rekan sendiri. Saya minta diserahkan atau kami kejar," katanya lagi.
Hengki mengatakan Kepala Bagian Operasional (KBO) Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Karosekali sebagai anggota yang berperan mengamankan aksi, justru dipukuli dan dikeroyok oleh anggota PP.
Padahal selama aksi berjalan, aparat kepolisian tidak melakukan penghalauan atau kekerasan terhadap pengunjuk rasa.
"Kami yang melayani rekan-rekan, justru dipukuli, dikeroyok. Apakah ini tujuan rekan-rekan datang kemari? Pamen kami luka-luka. Darah di mana-mana. Apakah kami tadi keras sama anda? Apa menghalangi kegiatan saudara?" kata Hengki geram.
Hengki pun meminta pimpinan aksi unjuk rasa anggota ormas dengan ciri khas seragam loreng hitam dan oranye itu untuk bertanggung jawab.
(*)
| Penulis | : | Bayu Dwi Mardana Kusuma |
| Editor | : | Bayu Dwi Mardana Kusuma |
KOMENTAR